Menhut: Kebakaran Hutan dan Lahan Capai 81.000 Hektare akibat Cuaca Panas dan El Nino

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 18:39
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah) dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (kanan) dalam konferensi pers usai kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah) dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (kanan) dalam konferensi pers usai kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa luas lahan yang terbakar akibat cuaca panas dan fenomena El Nino di Indonesia sepanjang tahun ini telah mencapai 81.000 hektare.

Pernyataan tersebut disampaikan Raja Juli Antoni dalam konferensi pers setelah menghadiri Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

"Update per Mei ini sudah data dari kami, ada 81.000 hektare lahan yang sudah dinyatakan terbakar," katanya dalam konferensi pers usai kegiatan Rakorsus Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Jakarta.

Menurut Raja Juli, angka kebakaran lahan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh El Nino yang saat ini berada pada kategori moderat atau sedang.

Ia memperingatkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan berpotensi meningkat pada puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung antara Juli hingga Oktober mendatang.

"Tentu ancamannya akan semakin besar ketika nanti pada bulan Juli sampai bulan Oktober," ujar Raja Juli.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi. Upaya yang dilakukan antara lain melalui operasi modifikasi cuaca, pembangunan sekat kanal, serta berbagai strategi penanganan lainnya guna mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

"Insyaallah kalau semua stakeholder masih bisa bekerja dengan baik, insyaallah kita akan bisa memenangkan pertarungan melawan karhutla ini," ucap Raja Juli Antoni.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menegaskan pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar.

Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi agar langkah pencegahan dapat berjalan optimal dan mampu menekan risiko terjadinya kebakaran yang lebih luas.

"Upaya-upaya pencegahan diutamakan untuk kita lakukan bersama. Oleh karena itu maka operasi darat maupun operasi udara harus dipadukan betul untuk menghadapi situasi yang semakin menyulitkan kita," tutur Djamari Chaniago.

Menurut Djamari, sinergi antara operasi darat dan udara menjadi kunci dalam menghadapi tantangan karhutla yang diperkirakan semakin kompleks seiring meningkatnya dampak musim kemarau dan fenomena El Nino.

(Sumber: Antara)

x|close