Menhut Luncurkan Aplikasi “Ayo ke Taman Nasional”, Permudah Akses Wisata Alam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 21:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam peluncuran aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” di rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) Jakarta, Kamis (4/6/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI) Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam peluncuran aplikasi “Ayo ke Taman Nasional” di rangkaian pembukaan Indonesia Outdoor Festival (INDOFEST) Jakarta, Kamis (4/6/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mendorong percepatan transformasi digital dalam pengelolaan kawasan konservasi melalui peluncuran aplikasi “Ayo ke Taman Nasional”. Platform digital tersebut dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai informasi dan layanan kunjungan ke taman nasional di seluruh Indonesia secara lebih cepat dan terintegrasi.

Menurut Raja Juli Antoni, aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan publik di sektor kehutanan. Melalui satu platform, masyarakat dapat membeli tiket masuk taman nasional, memperoleh informasi destinasi wisata alam, hingga mengakses berbagai layanan pendukung lainnya.

“Ini sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat. Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” kata Raja Antoni dalam keterangannya, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga: Kemenhut Tutup Permanen 9 Tirik Lokasi Ilegal di Taman Wisata Alam Megamendung

Menhut menjelaskan Indonesia saat ini memiliki 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam yang terus mengalami peningkatan jumlah kunjungan dari tahun ke tahun. Karena itu, Kementerian Kehutanan berkomitmen memastikan setiap kawasan konservasi mampu memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para pengunjung.

“Saya sebagai Menteri Kehutanan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan taman nasional dan taman wisata alam yang masyarakat kunjungi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman yang baik bagi seluruh pengunjung,” ujarnya.

Raja Antoni juga menyoroti perubahan besar yang telah dilakukan dalam sistem layanan tiket. Ia mengungkapkan bahwa saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Kehutanan, sebagian besar taman nasional masih menggunakan sistem tiket manual.

“Satu setengah tahun lalu saya masuk ke Kementerian Kehutanan, sistem tiketnya masih sistem sobek. Saya merasa ini tidak efektif, tidak efisien, sekaligus tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Baca Juga: Menhut Tekankan Zero Waste dan Zero Accident di Wisata Alam

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kehutanan terus mempercepat penerapan sistem tiket elektronik di kawasan konservasi. Saat ini, sekitar 93 persen taman nasional telah menggunakan e-ticketing. Meski masih terdapat sejumlah lokasi yang menghadapi kendala jaringan internet dan pasokan listrik, pemerintah terus mencari solusi teknologi yang tepat agar layanan digital dapat menjangkau wilayah terpencil.

“Sekarang sudah 93 persen kita melakukan e-ticketing di taman nasional kita. Masih ada beberapa tempat yang mengalami kendala internet dan listrik, tetapi kami mencari teknologi yang paling efisien, termasuk pemanfaatan solar panel, sehingga di tempat-tempat terpelosok sekalipun kita bisa menawarkan layanan e-ticketing yang lebih baik,” kata Menhut.

(Sumber: Antara)

x|close