Ntvnews.id
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya solidaritas dan aksi kolektif global guna menjaga keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang.
“Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia mengingatkan bahwa situasi geopolitik global yang semakin kompleks tidak boleh menghambat langkah bersama dalam menghadapi ancaman krisis iklim yang semakin nyata.
Menurutnya, para rimbawan di seluruh dunia harus tetap konsisten dan fokus terhadap misi utama menjaga kelestarian hutan sebagai paru-paru dunia.
Raja Juli Antoni juga menilai tantangan lingkungan yang semakin berat saat ini membutuhkan pendekatan global yang lebih solid dan tidak berjalan secara terpisah-pisah.
“Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme,” ujar Raja Antoni.
Selain itu, Menhut mengajak komunitas internasional untuk memandang hutan sebagai aset bersama yang melampaui batas administratif maupun politik antarnegara.
Ia menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional serta kemitraan multipihak menjadi langkah penting untuk memobilisasi dukungan dan investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di seluruh dunia.
Baca Juga: Prabowo Panggil Rosan ke Hambalang, Bahas Percepatan Hilirisasi dan Dorong Iklim Investasi
“Pesan penutup ini menjadi pengingat penting bagi seluruh negara anggota PBB bahwa di tengah segala perbedaan yang ada, komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif,” kata dia.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/HO-Kemenhut RI) (Antara)