Menhaj: Ekosistem Perhajian Harus Bergerak dalam Satu Visi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 16:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat, 26 Juni 2026. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat, 26 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki visi yang sama dalam membangun ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah yang memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah. Layanan tersebut, menurutnya, harus mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, ketertiban, kesesuaian dengan syariat, serta menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat,” ujar Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat, 26 Juni 2026.

Gus Irfan menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari pelaksanaan amanat konstitusi dalam mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas. Oleh sebab itu, seluruh pelaku industri haji dan umrah diminta mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengesampingkan kualitas pelayanan dan perlindungan terhadap jamaah.

Baca juga: Kemenhaj Minta Pemulangan Jamaah Haji Tanpa Seremonial dan Perketat Aturan Kesehatan

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya tata kelola industri haji dan umrah yang profesional. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, dinilai sebagai fondasi penting agar penyelenggaraan ibadah berlangsung secara berkeadaban dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Pemerintah, lanjut Gus Irfan, juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Berbagai inovasi dan layanan yang telah terbukti berjalan baik akan dipertahankan, sedangkan berbagai kekurangan yang masih ditemukan akan menjadi fokus evaluasi dan penyempurnaan pada musim haji berikutnya.

“Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji,” kata dia.

Baca Juga: Kemenhaj Samakan Pelatihan Petugas Haji Pusat dan Daerah untuk Musim Haji 2027

International Islamic Expo 2026 yang digelar di JCC Jakarta pada 26–28 Juni 2026 menjadi ajang konsolidasi bagi berbagai pemangku kepentingan di sektor haji dan umrah.

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, pelaku industri halal, hingga mitra internasional.

(Sumber: Antara)

x|close