Mensesneg: Pemerintah Evaluasi Pelatihan SPPI Setelah Tiga Peserta Meninggal Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 15:28
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), menyusul meninggalnya tiga peserta calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026, Prasetyo mengatakan evaluasi tersebut mencakup seluruh prosedur dan tahapan pelatihan yang dijalani peserta program.

"Pertama, tentu kita menyampaikan keprihatinan dan dukacita mendalam. Tapi, mari kita terus memperbaiki dan memonitor semua proses yang berjalan," kata Prasetyo.

Menanggapi kemungkinan adanya hubungan antara pelaksanaan pelatihan dengan meninggalnya ketiga peserta, Prasetyo menyebut hal tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut. Menurut dia, setiap peserta juga dapat memiliki riwayat kesehatan atau kondisi medis tertentu yang perlu menjadi bahan evaluasi.

Baca Juga: Ketemu KSP, Menkop Dorong Perpres Kopdes Merah Putih Segera Terbit untuk Perkuat Operasional Program

Prasetyo menegaskan bahwa pelatihan yang diikuti calon manajer KDMP dan pengelola KNMP tidak hanya berisi latihan dasar kemiliteran, tetapi juga mencakup pembekalan kompetensi yang diperlukan untuk menjalankan tugas mereka di lapangan.

"Itu kan bagian dari proses pelatihan. Nanti kalau mengenai kompetensinya tetap ada juga materinya," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan pada Selasa, 23 Juni 2026, mengonfirmasi meninggalnya dua peserta program SPPI KDMP dan KNMP saat mengikuti latihan dasar kemiliteran, yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa Anisa, yang menjalani pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, meninggal dunia akibat serangan panas atau heat stroke.

Sementara itu, Yonanda yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja mengalami penurunan kondisi fisik pada Senin, 15 Juni 2026 dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yonanda dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung.

Selain kedua peserta tersebut, Kementerian Pertahanan pada Rabu (24/6) juga mengumumkan meninggalnya Novia Rahmadhani Sihotang. Novia merupakan peserta Program SPPI KNMP 2026 yang menjalani pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.

Menurut Rico, Novia mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti latihan dasar kemiliteran pada Senin, 22 Juni 2026. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, kondisi kesehatannya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026. Pemerintah menyatakan akan terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program agar aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan pelatihan berikutnya.

x|close