Ntvnews.id, Semarang - BPJS Kesehatan Cabang Pati terus mendorong peningkatan literasi generasi muda mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus yang digelar di Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora, Jawa Tengah, dan diikuti oleh 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan semester IV.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Nuzuludin Hasan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran khusus yang membahas Program JKN bagi para mahasiswa keperawatan.
"Peserta sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester IV yang mengikuti perkuliahan khusus terkait Program JKN," kata Nuzuludin Hasan, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut dia, pengenalan Program JKN di lingkungan perguruan tinggi penting dilakukan karena para mahasiswa tersebut nantinya akan menjadi tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Program JKN merupakan wujud pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan dijalankan oleh BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Dalam kesempatan itu, Nuzuludin juga memperkenalkan nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman kerja BPJS Kesehatan, yakni INISIATIF. "Kami berkomitmen menjalankan tata nilai INISIATIF yang terdiri dari Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan dan keberlangsungan Program JKN," ujarnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan: Keberhasilan Program JKN Bergantung pada Dukungan Semua Pihak
Ia menjelaskan, keberlangsungan Program JKN didukung oleh tiga pilar utama asuransi kesehatan sosial, yakni pengumpulan pendapatan, penggabungan risiko, dan pembelian strategis. Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memastikan peserta memperoleh layanan kesehatan yang optimal. "Melalui prinsip gotong royong, risiko kesehatan ditanggung bersama sehingga masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Inilah yang menjadi kekuatan utama Program JKN sebagai sistem perlindungan kesehatan nasional," jelasnya.
Nuzuludin turut memaparkan perkembangan Program JKN yang hingga akhir 2025 telah mencakup 282,7 juta penduduk atau sekitar 98,62 persen dari total populasi Indonesia. Selain itu, berbagai inovasi layanan terus dikembangkan BPJS Kesehatan, mulai dari penggunaan KTP sebagai identitas saat berobat, layanan antrean daring melalui Aplikasi Mobile JKN, hingga beragam kanal digital yang mempermudah akses peserta terhadap layanan kesehatan.
Ia menilai pemahaman yang komprehensif mengenai Program JKN perlu dimiliki oleh mahasiswa keperawatan sebelum memasuki dunia kerja. "Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa keperawatan perlu memahami Program JKN secara utuh karena nantinya akan berinteraksi langsung dengan peserta dalam proses pelayanan kesehatan. Pemahaman yang baik akan membantu memberikan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung keberhasilan penyelenggaraan Program JKN," tambah Nuzuludin.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Keperawatan Blora, Sutarmi, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang digelar BPJS Kesehatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan. "Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memahami sistem jaminan Kesehatan yang besar di Indonesia bahkan Dunia. Materi yang disampaikan sangat dekat dengan dunia kerja yang nantinya akan mereka hadapi setelah lulus," ujar Sutarmi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Hadirkan Taman Budaya di Minahasa, Wujud Sinergi Ekosistem JKN
Ia menambahkan bahwa perawat memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan Program JKN. Karena itu, mahasiswa perlu memahami mekanisme, manfaat, serta layanan yang tersedia dalam program tersebut sejak masih berada di bangku kuliah. "Perawat akan banyak berinteraksi dengan peserta JKN dan berkontribusi langsung dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, saya berharap seluruh mahasiswa mengikuti perkuliahan ini dengan serius karena ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat yang akan mereka layani di masa depan," tuturnya.
Melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus, BPJS Kesehatan berharap mahasiswa tidak hanya memahami peran dan manfaat Program JKN dalam sistem kesehatan nasional, tetapi juga dapat menjadi agen edukasi yang membantu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai program tersebut kepada masyarakat luas.
BPJS Kesehatan Cabang Pati terus memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada generasi muda melalui kegiatan BPJS Kesehatan Goes to Campus dengan sasaran 50 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora, Jawa Tengah (Antara)