Ntvnews.id, Manado - BPJS Kesehatan menjalin kerja sama dengan Universitas Tadulako untuk memperluas implementasi Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai sistem jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi.
Manajer Pelaksanaan Pembelajaran BPJS Kesehatan, Tati Haryati Denawati, yang mewakili Kepala Corporate University BPJS Kesehatan, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan penyelenggara jaminan sosial nasional.
"Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan perlindungan jaminan sosial di lingkungan perguruan tinggi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan penyelenggara jaminan sosial nasional," kata Denawati di Palu, Sabtu, 13 Juni 2026.
Ia menilai Universitas Tadulako memiliki posisi strategis dalam pengembangan literasi jaminan sosial di kalangan generasi muda. Karena itu, kampus tersebut dipilih sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjadi pelopor implementasi Kurjamsos.
Dalam kerja sama yang dijalankan, kedua pihak akan berfokus pada penerapan Kurikulum Jaminan Sosial, peningkatan literasi mengenai perlindungan sosial, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan jaminan sosial.
Denawati menjelaskan bahwa Untad menjadi salah satu kampus percontohan dalam penerapan program tersebut.
“Universitas Tadulako merupakan salah satu dari empat perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mengimplementasikan Kurikulum Jaminan Sosial sebagai program percontohan," ujarnya.
Sejak 2024, Untad bersama Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi
Menurut Denawati, berbagai masukan yang diberikan oleh Universitas Tadulako, khususnya dari Fakultas Kedokteran, berkontribusi dalam penyempurnaan metode pembelajaran agar lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
Ia menambahkan, evaluasi yang dilakukan selama dua tahun pelaksanaan program telah menjadi dasar penting dalam penyempurnaan kurikulum. Hasil implementasi tersebut juga memberikan gambaran mengenai metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sistem jaminan sosial nasional.
“Berkat evaluasi dan dukungan dari empat universitas pelopor, pada tahun 2026 implementasi Kurikulum Jaminan Sosial akan diperluas ke seluruh Indonesia bersama BPJS Kesehatan. Universitas Tadulako memiliki peran penting sebagai pionir dalam pengembangan literasi jaminan sosial bagi generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Amar, menegaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut harus menghasilkan program-program konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun sivitas akademika.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial merupakan langkah strategis dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Komitmen untuk memperkuat literasi jaminan sosial tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Tadulako dan BPJS Kesehatan yang berlangsung di Gedung Rektorat Universitas Tadulako pada Kamis, 11 Juni 2026.
(Sumber: Antara)
Chandra Jefrianja (Staf Perencanaan Pembelajaran/kiri), Yuliarso Budiman (Asisted Deputi SDMUK Kepwil X/kedua kiri), Tati Haryati Denawati (Manajer Pelaksanaan Pembelajaran/tengah), Dr.sc.agr. Ir. Aiyen, M.Sc. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Untad/kedua kanan), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. (Rektor Universitas Tadulako/kanan). (Antara)