TNI AD Klarifikasi Video Viral Ajudan Perwira Tinggi di Mandiri Jogja Marathon 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jun 2026, 13:52
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kadispenad Kolonel (Inf) Donny Pramono di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat 31 Oktober 2025 (ANTARA/Walda Marison) Kadispenad Kolonel (Inf) Donny Pramono di Mabes AD, Jakarta Pusat, Jumat 31 Oktober 2025 (ANTARA/Walda Marison) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memberikan penjelasan terkait beredarnya video viral seorang perwira tinggi TNI AD yang mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 pada Minggu (21/6). Video tersebut sebelumnya ramai di media sosial dan diunggah oleh sejumlah akun Instagram, termasuk @eventlari.id.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di lapangan merupakan kesalahpahaman antara petugas pengawas lintasan dan ajudan dalam kegiatan tersebut.

"Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung," kata Donny.

Dalam penjelasannya, Donny menyebut bahwa perwira tinggi TNI AD yang dimaksud adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono yang menjabat Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

Ia mengikuti ajang maraton tersebut bersama istri, satu orang anak, serta ajudannya. Seluruhnya, menurut TNI AD, telah terdaftar sebagai peserta resmi dan memiliki tiket dari penyelenggara kegiatan.

Para peserta tersebut juga telah menerima BIB atau nomor identitas peserta yang wajib ditempelkan selama perlombaan berlangsung.

Baca Juga: Hadap Prabowo di Istana, Direksi PLN Minta Maaf ke Masyarakat atas Pemadaman Listrik Bergilir

Donny menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan lomba, terjadi situasi di mana BIB milik ajudan diduga terlepas saat berada di lintasan yang padat.

"Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas," ungkap Donny.

Kondisi tersebut kemudian membuat panitia menghentikan ajudan yang saat itu tengah berlari sambil mendokumentasikan aktivitas Brigjen Yuniar di tengah perlombaan.

Peristiwa tersebut terekam dan tersebar luas di media sosial, memperlihatkan adanya ketegangan antara Brigjen Yuniar dengan pihak panitia di lokasi kejadian. Ketegangan itu muncul setelah ajudannya diberhentikan di tengah jalur lomba.

Donny menegaskan bahwa setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono telah melakukan komunikasi langsung untuk melakukan klarifikasi.

"Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik," ujar Donny.

Sikap TNI AD

TNI AD juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang telah menjalankan tugas secara profesional dalam menjaga ketertiban serta menegakkan aturan selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, TNI AD berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini secara bijak dan tidak menarik kesimpulan di luar fakta yang telah dikonfirmasi.

"Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya," ucap Donny.

x|close