Qodari Ajak Publik Kawal Kebijakan BBM Subsidi Tepat Sasaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 21:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Kantor Bakom, Jakarta.. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari di Kantor Bakom, Jakarta.. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI Muhammad Qodari mengajak masyarakat untuk mendukung penggunaan BBM yang lebih tepat sasaran.

Dia mencontohkan, salah satu yang didukung adalah para pengemudi ojek online (ojol). Mereka selama ini, kata Qodari, mayoritas pengguna BBM bersubsidi, seperti Pertalite.

"Dari data riset yang saya baca, ojol yang menggunakan Pertamax itu hanya sekitar 5 persen. Artinya, 95 persen lainnya seharusnya tidak terpengaruh karena memang menggunakan Pertalite," ujar Qodari, ditulis Kamis, 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax lebih banyak berdampak pada pengguna kendaraan yang masuk kategori masyarakat mampu.

Menurutnya, BBM nonsubsidi memang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang memiliki daya beli lebih tinggi.

"Kalau kita bicara Pertamax, kan identik dengan mobil-mobil mewah, mobil-mobil bagus. Tapi kalau angkutan umum maupun mobil dengan kapasitas mesin rendah, umumnya menggunakan Pertalite yang disubsidi. Dan subsidi itu masih dipertahankan sampai sekarang, tidak ada kenaikan," katanya.

Arahkan BBM Subsidi Lebih Tepat Sasaran

Qodari mengingatkan agar dukungan terhadap kelompok masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM dilakukan secara tepat sasaran.

Menurut dia, perlu dibedakan antara pengguna BBM bersubsidi dan pengguna BBM nonsubsidi.

"Jangan sampai pembelaan atau dukungan ini salah sasaran. Jangan sampai mendukung yang punya mobil mewah," ujar Qodari.

Ia menegaskan bahwa pemerintah selama ini membedakan kebijakan BBM berdasarkan kemampuan ekonomi masyarakat.

BBM bersubsidi diberikan untuk membantu kelompok masyarakat kurang mampu dan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan negara, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti harga keekonomian.

"Kita tahu BBM itu ada dua kategori. Ada yang disubsidi memang untuk kalangan yang tidak mampu atau kurang mampu. Tetapi Pertamax ini untuk kalangan yang mampu," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengakui kenaikan harga Pertamax tetap memberikan dampak kepada para penggunanya.

Namun, menurutnya, kelompok masyarakat yang menggunakan BBM nonsubsidi umumnya memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik sehingga memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian terhadap kenaikan biaya.

"Memang pasti ada pengaruhnya. Tetapi karena memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik, mereka juga memiliki ruang untuk melakukan berbagai penyesuaian," ujar Qodari.

x|close