Prabowo Panggil Mentan Amran Bahas Harga TBS Sawit yang Sempat Turun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 16:00
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, untuk membahas perkembangan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Usai memenuhi panggilan tersebut, Amran mengungkapkan bahwa salah satu topik yang kemungkinan menjadi pembahasan utama dalam pertemuan dengan Presiden adalah kondisi harga TBS sawit.

"Mungkin pertama, perkiraan saya ya, diskusi masalah TBS yang beberapa hari yang lalu turun," ucap Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Amran, harga TBS yang sebelumnya mengalami penurunan kini telah kembali ke level normal. Meski demikian, masih ada sebagian kecil perusahaan yang belum sepenuhnya menyesuaikan harga sesuai arahan pemerintah.

Ia memperkirakan sekitar 5 hingga 10 persen perusahaan masih belum mengembalikan harga TBS ke tingkat yang semestinya. Karena itu, pemerintah terus melakukan tindak lanjut agar perusahaan-perusahaan tersebut segera menaikkan harga pembelian TBS dari petani.

"Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan," ucap dia.

Amran menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah telah mengirimkan surat kepada 274 perusahaan sawit. Dari jumlah tersebut, lebih dari 100 perusahaan disebut masih belum melakukan penyesuaian harga. Ia memperkirakan jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga TBS berkisar antara 170 hingga 180 perusahaan.

Selain perkembangan harga sawit, Amran mengatakan pertemuan dengan Presiden kemungkinan juga membahas berbagai isu terkait ketahanan pangan nasional. Topik yang dibicarakan diperkirakan mencakup keseimbangan pasokan pangan hingga program hilirisasi di sektor pertanian.

Sebelumnya, Amran mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 130 perusahaan kelapa sawit yang belum menaikkan harga tandan buah segar (TBS) sesuai arahan pemerintah.

Menurut dia, mayoritas perusahaan sawit telah melakukan penyesuaian harga. Saat ini sekitar 80 persen hingga 90 persen perusahaan telah menaikkan harga TBS bagi petani.

“Sekarang tinggal 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit dari 1.900 perusahaan,” kata Amran usai rapat koordinasi hilirisasi perkebunan dan produksi benih perkebunan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menambahkan, pemerintah bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan masih terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang belum menaikkan harga TBS.

Tak hanya itu, pemantauan juga dilakukan terhadap perusahaan yang sudah menaikkan harga guna memastikan tidak terjadi penurunan kembali yang dapat merugikan petani.

“Nah ini tetap diperiksa. Yang lainnya sudah naik, tapi kita monitor jangan sampai naik, turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” ujarnya.

Amran menjelaskan bahwa harga TBS di berbagai daerah tidak seragam karena dipengaruhi oleh kondisi masing-masing wilayah serta kebijakan perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close