Layanan Haji Meningkat di Era Prabowo, Akomodasi Jemaah Reguler Setara Hotel Bintang 5

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 09:55
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Jemaah Haji di Mekkah Arab Saudi Jemaah Haji di Mekkah Arab Saudi (AFP)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan adanya peningkatan layanan yang dirasakan langsung oleh jemaah haji reguler pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M.

Hal itu disampaikan Cucun usai bertemu dan melaporkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Dalam pertemuan itu, Cucun menyebut jemaah haji reguler kini dapat merasakan fasilitas yang sebelumnya identik dengan layanan haji khusus.

“Fasilitas layanan hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus. Itu sudah biasa menginap di hotel bintang lima. Tetapi ini jemaah reguler sekarang, hampir 17 ribu jemaah, diinapkan di Zona 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima,” jelas Cucun.

Lebih lanjut, Cucun menjabarkan peningkatan layanan tersebut mendapat respons positif dari para jemaah.

Baca Juga: Bakom: Turunnya Harga Minyak Dunia Berpotensi Perkuat Ruang Fiskal Indonesia

“Sehingga kami mendengarkan testimoni dari para jemaah, ‘Pak, kami nggak membayangkan diberikan hotel yang bagus seperti ini, bisa melaksanakan ibadah haji di hotel bintang lima yang tidak jauh dari masjid',’” katanya.

Selain layanan akomodasi, Cucun juga melaporkan adanya peningkatan kualitas konsumsi bagi jemaah haji Indonesia.

“Kemudian kami cek juga sampai laporkan ke Bapak Presiden. Pak, kalau dulu makanannya paling ayam, kentang, itu-itu juga. Sekarang sudah mulai variatif sehingga tidak ada kejenuhan,” lanjutnya.

Di kesempatan yang sama, Cucun menjabarkan penyesuaian juga dilakukan terhadap menu nasi yang disajikan kepada jemaah Indonesia.

“Dan nasi juga sudah adaptif. Di tahun-tahun sebelumnya, nasinya itu yang nggak kenal orang kita, nasi keras. Kalau kemarin sudah lebih adaptif lagi, ramah dengan orang Indonesia karena kita kirim dari Indonesia berasnya,” kata dia.

x|close