Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan sinyal positif terhadap usulan penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 di berbagai fasilitas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut harus diatur dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas kerja maupun pelayanan publik.
Menurut Pramono, sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah mengajukan permohonan untuk menggelar siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 bagi masyarakat maupun pegawai.
"Banyak BUMD kita dan OPD-OPD sudah meminta untuk diperbolehkan melakukan siaran langsung Piala Dunia. Problemnya adalah karena harinya, jamnya itu jam orang bekerja," ucapnya di Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juni 2026.
Pramono menekankan bahwa antusiasme terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut harus tetap diimbangi dengan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
Baca Juga: Polri Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026 di Seluruh Jajaran untuk Masyarakat
Orang-orang berjalan melewati poster Piala Dunia FIFA 2026 di Los Angeles Union Station, Amerika Serikat, Kamsi (28/5/2026). ANTARA/Xinhua/Zeng Hui/aa. (Antara)
Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Pekan Pertama
Ia tidak ingin kegiatan nobar justru berdampak pada menurunnya produktivitas ASN maupun mengganggu aktivitas masyarakat yang sedang bekerja.
"Yang paling penting jangan sampai kemudian mengganggu orang yang sedang bekerja. Karena jamnya adalah jam oran bekerja, kebanyakan jam 9, jam 10, jam 11," ungkapya.
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta pada prinsipnya tetap membuka ruang bagi masyarakat dan instansi yang ingin menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 secara bersama-sama.
Pramono menilai Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga memiliki dimensi yang lebih luas, termasuk dari sisi sosial, ekonomi, hingga geopolitik global.
Menurutnya, perkembangan situasi dunia saat ini membuat turnamen sepak bola terbesar tersebut semakin menarik untuk diikuti oleh masyarakat.
"Yang menurut saya menjadi semakin menarik karena tidak semata-mata persoalan bola, tetapi ketika geopolitik yang seperti ini sehingga dengan demikian menjadi lebih menarik," tutup Pramono.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)