Eks Presiden UEFA Gugat Gianni Infantino, Tuding Ada Upaya Menghalangi Jalan ke Kursi Presiden FIFA

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 12:51
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Dokumentasi--Michel Platini mengangkat palu setelah ia terpilih kembali menjadi presiden UEFA di Kongres Luar Biasa UEFA ke-39 di Wina, Austria, Selasa (24/3). REUTERS/Leonhard Foeger Dokumentasi--Michel Platini mengangkat palu setelah ia terpilih kembali menjadi presiden UEFA di Kongres Luar Biasa UEFA ke-39 di Wina, Austria, Selasa (24/3). REUTERS/Leonhard Foeger (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Presiden UEFA, Michel Platini, melayangkan gugatan pidana terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino di Prancis. Dalam gugatan tersebut, Platini menuduh Infantino terlibat dalam upaya yang bertujuan menghalangi dirinya untuk maju dan terpilih sebagai Presiden FIFA.

Berdasarkan laporan media Inggris The Independent yang dikutip pada Rabu, pengacara Platini, Olivier Baratelli, mengonfirmasi bahwa gugatan tersebut telah diajukan beberapa hari menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Dalam dokumen pengaduan yang diserahkan ke otoritas hukum Prancis, nama Infantino disebut sebagai salah satu pihak yang dianggap bertanggung jawab atas dugaan tindakan yang merugikan peluang Platini dalam perebutan kursi tertinggi di FIFA.

Baca Juga: 5 Perlakuan Buruk Amerika Serikat yang Menuai Sorotan di Piala Dunia 2026

Baratelli menjelaskan bahwa pengaduan itu tidak hanya menyoroti peran Infantino, tetapi juga pihak-pihak lain yang diduga berupaya menggagalkan pencalonan Platini. Bahkan, menurut isi gugatan tersebut, Infantino disebut sebagai sosok yang "paling utama" dalam rangkaian upaya yang dituduhkan tersebut.

Platini sebelumnya sempat difavoritkan menjadi penerus Presiden FIFA saat itu, Sepp Blatter, dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 2016. Namun, langkah mantan bintang sepak bola Prancis tersebut terhenti setelah FIFA membuka penyelidikan etik terkait pembayaran sebesar dua juta franc Swiss yang diterimanya dari Blatter pada tahun 2011.

Pada 2015, Komite Etik FIFA menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola selama delapan tahun kepada Platini. Hukuman tersebut kemudian dikurangi menjadi empat tahun setelah melalui proses banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Baca Juga: Timnas Iran Kenakan Pin 168 saat Tiba di Meksiko Jelang Piala Dunia 2026, Apa Artinya?

Kasus pembayaran yang menjadi dasar sanksi tersebut juga diproses secara pidana di Swiss. Namun, Pengadilan Kriminal Federal Swiss pada 2022 memutuskan bahwa Platini dan Blatter tidak bersalah. Putusan tersebut kembali diperkuat oleh pengadilan banding Swiss pada 2025.

Sepanjang proses hukum yang berlangsung, Platini konsisten menyatakan bahwa pembayaran sebesar dua juta franc Swiss itu merupakan honor yang tertunda atas pekerjaannya sebagai penasihat Blatter dalam periode 1998 hingga 2002.

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait gugatan pidana yang diajukan Michel Platini terhadap Gianni Infantino tersebut.

(Sumber: Antara)

 

x|close