KSAD Tegaskan TNI Hanya Bantu Proyek Sulit dan Wilayah 3T yang Tidak Terjangkau Kementerian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 21:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/aa. Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam sejumlah proyek pemerintah hanya dilakukan pada pekerjaan yang tidak dapat dijangkau atau dilaksanakan oleh kementerian terkait.

Ia menjelaskan bahwa TNI tidak mengambil alih atau memilih proyek tertentu, melainkan hanya membantu pekerjaan yang terkendala keterbatasan, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Baca Juga: KSAD Bantah TNI Gusur SD NTT buat KDMP: Gak Mungkin Seekstrem Itu!

“Bukan proyek itu diambil duluan baru kita milih, enggak, yang tidak bisa dilakukan baru kita lakukan,” kata Maruli di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Maruli mencontohkan bahwa sejumlah proyek di wilayah 3T kerap memiliki nilai anggaran yang relatif kecil, namun sulit dikerjakan karena kendala akses dan transportasi. Kondisi tersebut membuat pihak lain cenderung enggan mengambil pekerjaan tersebut.

“Nilai proyek misalnya Rp200 juta, pekerjaannya di Pulau Nias gitu. Mungkin sulit mencari yang mendapatkan proyeknya, ya coba kita bantu,” ujarnya.

Baca Juga: KSAD Bantah TNI Gusur SD di NTT untuk Koperasi Desa Merah Putih

Selain itu, ia juga menanggapi isu keterlibatan TNI dalam penanganan tindak kriminal seperti begal. Menurutnya, kehadiran TNI di wilayah rawan bertujuan untuk pencegahan, bukan mengambil alih tugas penegakan hukum.

“Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin,” kata dia.

Maruli menegaskan bahwa peran TNI dalam konteks tersebut lebih pada dukungan keamanan dan membantu menciptakan efek deterrent di daerah rawan kejahatan.

(Sumber: Antara)

x|close