Wamenhaj Sebut Hampir 17 Ribu Haji Tempati Hotel Bintang 4 dan 5 di Madinah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jun 2026, 14:55
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzhar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas di Millennium Al Aqeeq Hotel, Madinah, Sabtu (6/6). (ANTARA/HO-MCH 2026) Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzhar Simanjuntak meninjau langsung kesiapan fasilitas di Millennium Al Aqeeq Hotel, Madinah, Sabtu (6/6). (ANTARA/HO-MCH 2026) (Antara)

Ntvnews.id, Madinah - Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, mengungkapkan bahwa sekitar 17 ribu jamaah haji reguler Indonesia yang tergabung dalam gelombang kedua akan mendapatkan fasilitas akomodasi di sejumlah hotel berbintang empat dan lima di Kota Madinah. Kebijakan ini disebut sebagai salah satu peningkatan layanan bagi jamaah dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Dahnil setelah melakukan inspeksi langsung terhadap kesiapan fasilitas di Millennium Al Aqeeq Hotel, Madinah, pada Sabtu, 6 Juni 2026. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan pelayanan siap menyambut kedatangan jamaah yang dijadwalkan mulai tiba pada Minggu, 7 Juni 2026.

"Ini dalam sejarah perhajian kita, baru kali ini jamaah kita yang totalnya sekitar hampir 17 ribu orang menikmati hotel berbintang empat dan lima," ujar Dahnil.

Baca Juga: Wamenhaj: Angka Kematian Jamaah Haji Indonesia 2026 Turun Drastis, Layanan Haji Dinilai Makin Baik

Menurutnya, sebanyak 16.904 jamaah haji reguler akan menempati beberapa hotel yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Beberapa hotel yang disiapkan antara lain Millennium Al Aqeeq, Hilton, Makarem, dan Front Taiba. Selama ini, fasilitas hotel dengan kategori tersebut lebih banyak digunakan oleh jamaah haji khusus.

Dalam kunjungannya ke Millennium Al Aqeeq Hotel yang berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, Dahnil meninjau berbagai fasilitas pendukung mulai dari restoran, ruang makan jamaah, hingga sejumlah tipe kamar yang akan ditempati. Ia menilai kualitas fasilitas yang tersedia sudah sangat baik dan memenuhi standar kenyamanan bagi jamaah.

Selain memastikan kesiapan hotel, Dahnil juga meminta petugas akomodasi agar memberikan prioritas kepada jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus untuk menempati kamar-kamar dengan akses terbaik dan lokasi paling dekat.

"Kalau bisa fasilitas yang bagus ini, utamakan yang sepuh-sepuh lansia," kata Dahnil.

Baca Juga: PPIH Pastikan Jamaah Haji Indonesia Selamat dalam Insiden Kebakaran Al Hidayah Tower di Makkah

Ia menegaskan bahwa seluruh layanan dan fasilitas yang disiapkan di Madinah harus berada dalam kondisi siap operasional ketika jamaah mulai berdatangan. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.

"Besok ketika jamaah haji reguler tiba di sini, semua sudah siap. Mudah-mudahan ini bisa terus kita upgrade, peningkatan layanan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji," ujar Dahnil.

Dengan peningkatan fasilitas akomodasi tersebut, pemerintah berharap jamaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk selama berada di Kota Madinah.

(Sumber: Antara)

x|close