Pemkab Bogor Wacanakan Jalur Poros Lebak–Bogor–Sukabumi untuk Dongkrak Ekonomi Kawasan Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Jun 2026, 20:21
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan (Antara)

Ntvnews.id, Kabupaten Bogor - Bupati Bogor Rudy Susmanto menggulirkan wacana pembangunan jalur poros yang menghubungkan Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan barat Bogor.

Rudy menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memasukkan rencana pembangunan jalan penghubung Malasari–Cianten dalam agenda perencanaan pembangunan tahun 2026.

"Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak," katanya di Bogor, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi bagian dari strategi membuka akses baru di wilayah barat Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lebak, Banten, serta Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia juga menyebutkan bahwa komunikasi dengan pemerintah daerah tetangga telah mulai dilakukan untuk merealisasikan pembangunan jalur lintas kabupaten tersebut.

Baca Juga: Kemensos dan Komdigi Kejar Infrastruktur Digital 93 Sekolah Rakyat Rampung Juli 2026

"Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi," ujarnya.

Rudy menjelaskan bahwa jalur itu nantinya akan terhubung dengan Jalan Malasari di Kecamatan Nanggung, yang saat ini juga tengah dikembangkan sebagai akses utama menuju wilayah barat Kabupaten Bogor.

Jika terwujud, jalur tersebut akan memberikan alternatif akses bagi masyarakat yang selama ini harus melalui jalur tengah Kabupaten Bogor untuk menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu.

"Sehingga apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi," katanya.

Baca Juga: Pembangunan Daerah Berbasis Kependudukan Fondasi Menuju Indonesia Berdaya Saing

Ia menilai keberadaan jalur tersebut akan memangkas waktu perjalanan sekaligus membuka potensi pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang selama ini relatif sulit dijangkau.

Wacana ini muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari sebelumnya mulai memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata. Ruas jalan sepanjang 18,5 kilometer itu diketahui membuka akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Halimun Salak, yang sebelumnya sulit diakses dan kini mulai meningkatkan kunjungan wisata serta aktivitas usaha warga.

(Sumber: Antara)

x|close