Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Mei 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Pemerintah Pakistan dilaporkan mengerahkan sekitar 8.000 personel militer, satu skuadron jet tempur, hingga sistem pertahanan udara buatan China ke Arab Saudi sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara. Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan usai pecahnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Dilansir dari Middle East Eye, Rabu, 20 Mei 2026, pengerahan kekuatan militer itu mulai dilakukan sejak April 2026, tidak lama setelah perang antara AS dan Iran meletus.

Dalam pengerahan tersebut, Pakistan disebut mengirim satu skuadron yang berisi sekitar 16 pesawat tempur, mayoritas berupa jet JF-17 hasil produksi bersama dengan China. Selain itu, Islamabad juga mengirim sistem pertahanan udara HQ-9 buatan Beijing.

Kehadiran sistem persenjataan China di Arab Saudi kini berdampingan dengan teknologi pertahanan Amerika Serikat yang sebelumnya sudah lebih dulu ditempatkan di negara tersebut. Arab Saudi diketahui memiliki sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD, bahkan disebut mempunyai stok rudal pencegat Patriot terbesar di kawasan Teluk.

Baca Juga: Imigrasi Palopo Terapkan 90 Persen Layanan Berbasis Digital

Konflik antara AS dan Iran turut menyoroti pakta pertahanan Saudi-Pakistan yang ditandatangani pada September 2025 lalu. Sejak perang pecah, Iran beberapa kali melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi.

Pada pekan-pekan awal konflik, sejumlah pengamat di Saudi sempat menyinggung kerja sama pertahanan Riyadh-Islamabad dan menyebut Arab Saudi berada di bawah “payung nuklir” Pakistan.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan kepada Middle East Eye bahwa Islamabad mulai merasa khawatir dengan berkembangnya narasi tersebut dan telah membicarakannya dengan pemerintah Saudi.

Pengerahan pasukan dan alutsista itu dinilai menjadi bentuk komitmen Pakistan untuk menjawab kekhawatiran keamanan Arab Saudi di tengah eskalasi konflik kawasan.

Dalam perjanjian pertahanan tersebut, terbuka pula kemungkinan pengerahan hingga 80.000 tentara Pakistan guna membantu pengamanan wilayah perbatasan Arab Saudi. Kesepakatan itu juga mencakup potensi penempatan kapal perang Pakistan di kawasan.

Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Hubungan keamanan antara Arab Saudi dan Pakistan sendiri telah terjalin lama. Namun, kerja sama itu kembali menjadi sorotan setelah Islamabad berperan sebagai mediator dalam upaya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada April lalu.

Arab Saudi mendukung proses perundingan tersebut. Setelah Uni Emirat Arab menarik pinjaman senilai US$3 miliar kepada Pakistan sebagai respons atas keterlibatan Islamabad dalam pembicaraan damai, Riyadh kemudian memberikan bantuan finansial kepada Pakistan.

Selain itu, Arab Saudi dan Pakistan juga disebut tengah membahas perluasan kerja sama keamanan dengan melibatkan Turki. Di sisi lain, Riyadh dikabarkan memanfaatkan persenjataan Pakistan untuk menarik sejumlah aktor regional keluar dari pengaruh Uni Emirat Arab.

Middle East Eye sebelumnya juga melaporkan bahwa Pakistan mengirim lima pesawat kargo berisi senjata kepada pemerintah Libya timur pimpinan Khalifa Haftar dalam sebuah kesepakatan yang didanai Arab Saudi.

x|close