Konflik Israel-Hizbullah Lebanon Memanas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mei 2026, 03:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Konfrontasi bersenjata antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat dan kini meluas ke sejumlah wilayah baru di Lebanon.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 16 Mei 2026, serangan militer Israel yang sebelumnya terkonsentrasi di desa-desa perbatasan selatan kini merambah hingga kawasan Bekaa barat. Eskalasi itu terjadi hanya beberapa jam sebelum dimulainya sesi negosiasi langsung pertama antara delegasi Lebanon dan Israel di Washington D.C., Amerika Serikat.

Sebagai respons, Hizbullah meluncurkan serangkaian roket dan pesawat nirawak atau drone yang menargetkan pergerakan pasukan serta kendaraan militer Israel.

Di sisi lain, militer Israel terus mengeluarkan peringatan evakuasi baru yang kini mencakup wilayah padat penduduk yang lebih jauh dari garis pertempuran.

Beberapa wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut berada sekitar 40 kilometer dari perbatasan, termasuk Lebaya, Sohmor, Yohmor, dan Ain al-Tineh di Bekaa barat, serta Teffahta, Kfar Melki, Houmine al-Fawqa, dan Mazraat Sinai di wilayah selatan Lebanon.

Data yang dihimpun menunjukkan jumlah wilayah yang diperintahkan untuk dievakuasi telah mencapai 95 kota dan desa sejak perjanjian gencatan senjata diberlakukan pada 17 April lalu. Situasi itu memicu gelombang pengungsian besar-besaran, terutama dari distrik Nabatieh, Sidon, Bekaa barat, dan Zahrani.

Dalam peringatan terbaru, Pasukan Pertahanan Israel atau IDF menyatakan langkah tersebut dilakukan karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah.

Baca Juga: Indonesia Kirim 780 Prajurit TNI ke UNIFIL Lebanon, Tegaskan Komitmen Perdamaian Dunia

"Demi keselamatan, Anda harus segera mengosongkan rumah dan pindah setidaknya 1.000 meter ke area terbuka. Siapa pun yang berada di dekat anggota, fasilitas, dan peralatan tempur Hizbullah mempertaruhkan nyawanya," bunyi pernyataan peringatan dari IDF.

Berdasarkan data Dewan Riset Ilmiah Nasional Lebanon, tercatat sekitar 8.200 serangan Israel dalam periode 2 Maret hingga 16 April. Setelah gencatan senjata diklaim berlaku pada 17 April hingga 11 Mei, lembaga itu juga mencatat 3.318 pelanggaran darat dan 2.324 pelanggaran udara.

Data tersebut memperlihatkan bahwa situasi gencatan senjata di lapangan berubah menjadi konfrontasi terbuka yang terus diwarnai serangan udara dan baku tembak.

Pesawat tempur Israel dilaporkan meningkatkan intensitas serangan sejak Kamis pagi dengan membombardir Mansouri, Kfar Tebnit, Teffahta, Kafra, Siddiqine, Jabal al-Batm, hingga Zebqine.

Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Asap mengepul dari kota Kafr Jouz di provinsi Nabatieh saat pasukan Israel menargetkan daerah tersebut, melanggar gencatan senjata di Lebanon selatan pada Sabtu 2 Mei 2026. /ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Serangan kemudian meluas ke Bekaa barat dan menghantam Lebaya, Sohmor, serta Ain al-Tineh beberapa jam setelah wilayah tersebut menerima peringatan evakuasi.

Selain serangan udara, drone Israel juga disebut semakin sering menyasar kendaraan sipil dan tim penyelamat. Serangan drone dilaporkan menghantam pos dan ambulans milik Asosiasi Pramuka Islam Risala di Qsaybeh, Nabatieh.

Sebagai balasan, Hizbullah mengumumkan sejumlah operasi militer terhadap pasukan Israel yang disebut sebagai respons atas serangan ke desa-desa sipil.

Kelompok itu mengklaim berhasil menghantam kendaraan dan pasukan Israel di Bayyada, melumpuhkan tank Merkava di pinggiran Kfar Kila, serta menyerang pasukan yang bergerak menuju Naqoura menggunakan rudal berpemandu dan artileri.

Baca Juga: Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Capai 2.702 Orang

Dalam perkembangan lain, saluran berita Kan Israel melaporkan sebuah drone bermuatan bahan peledak milik Hizbullah berhasil menghantam wilayah Ras al-Naqoura. Serangan tersebut melukai tiga orang, dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Radio Angkatan Darat Israel menyebut sirene peringatan tidak aktif dan sistem pertahanan udara gagal mencegat drone tersebut, sehingga memunculkan pertanyaan terkait efektivitas sistem pertahanan Israel terhadap serangan pesawat nirawak.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan militer Israel. Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan tentara Israel di front utara kini diwajibkan mengenakan rompi pelindung dan helm setiap saat karena meningkatnya ancaman drone Hizbullah.

Dalam dua pekan terakhir, serangan drone Hizbullah dilaporkan telah melukai sedikitnya 17 tentara Israel.

x|close