Netanyahu Ingin Israel Kurangi Ketergantungan Bantuan Militer AS hingga Nol

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mei 2026, 09:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keinginannya untuk mengurangi ketergantungan militer negaranya terhadap dukungan dari Amerika Serikat dalam satu dekade mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Netanyahu dalam wawancara bersama media AS CBS News melalui program “60 Minutes” yang ditayangkan pada Senin, 11 Mei 2026.

"Saya ingin mengurangi hingga nol dukungan keuangan Amerika, komponen keuangan dari kerja sama militer yang kita miliki," kata Netanyahu, dikutip dari Arab News, Selasa, 12 Mei 2026.

Netanyahu menjelaskan Israel saat ini menerima bantuan militer sekitar 3,8 miliar dolar AS atau setara Rp66 triliun per tahun dari Washington. Amerika Serikat sebelumnya juga telah menyepakati bantuan militer senilai total 38 miliar dolar AS untuk Israel pada periode 2018 hingga 2028.

Meski demikian, Netanyahu menilai saat ini menjadi momentum yang tepat untuk menata ulang hubungan keuangan antara kedua negara.

Baca Juga: Netanyahu Terkejut Gegara Trump Larang Israel Serang Lebanon

"Saya tidak ingin menunggu Kongres berikutnya. Saya ingin memulainya sekarang," ujarnya.

Selama bertahun-tahun, bantuan militer untuk Israel mendapat dukungan bipartisan di Kongres AS. Namun, dukungan publik maupun anggota parlemen disebut mulai melemah sejak agresi Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Berdasarkan survei Pew Research Center pada Maret lalu, sekitar 60 persen warga Amerika memiliki pandangan negatif terhadap Israel. Sementara 59 persen responden mengaku hanya sedikit atau bahkan tidak memiliki kepercayaan kepada Netanyahu dalam menangani isu global.

Netanyahu menilai menurunnya dukungan masyarakat Amerika terhadap Israel hampir sepenuhnya berkaitan dengan isu-isu yang berkembang di media sosial.

Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan  <b>(Antara)</b> Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ia bahkan menuding ada sejumlah negara yang “memanipulasi” media sosial dengan cara yang dinilai sangat merugikan Israel, meskipun dirinya mengaku tidak mendukung praktik sensor.

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu juga enggan membahas secara rinci agenda militer Israel maupun strategi terhadap Iran. Namun, ia sempat menyinggung kemungkinan dampak besar jika pemerintahan Iran mengalami perubahan.

Baca Juga: Waspada! Gamer yang Duduk Berjam-jam Terancam Wasir

"Jika rezim ini memang melemah atau mungkin digulingkan, saya pikir itu adalah akhir dari Hizbullah, itu adalah akhir dari Hamas, itu mungkin juga akhir dari Houthi, karena seluruh kerangka jaringan proksi teroris yang dibangun Iran akan runtuh," kata Netanyahu.

Saat ditanya mengenai kemungkinan menggulingkan rezim Iran, Netanyahu menjawab singkat, "Apakah itu mungkin? Ya. Apakah itu dijamin? Tidak."

x|close