Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen pada Triwulan I-2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 13:06
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pemandangan kota Jakarta. Pemandangan kota Jakarta. (Dok.Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perekonomian DKI Jakarta menunjukkan performa impresif pada Triwulan I-2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, pertumbuhan ekonomi ibu kota mencapai 5,59 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).

Capaian tersebut mempertegas posisi Jakarta sebagai salah satu motor penggerak utama ekonomi nasional di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi domestik yang terus berkembang.

BPS mencatat, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.028,44 triliun. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi secara kuartalan atau quarter-to-quarter (q-to-q) tercatat sebesar 0,48 persen.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa ketahanan ekonomi Jakarta semakin kuat dan resilien. Tren pertumbuhan tersebut juga disebut konsisten sejak 2024 dan terus menunjukkan penguatan pada awal 2026.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya menegaskan bahwa fondasi ekonomi ibu kota saat ini berada dalam kondisi yang solid.

Baca Juga: Pramono Gak Mau Berspekulasi Batalnya Persija vs Persib di GBK Dikaitkan dengan Acara GRIB Jaya

Ilustrasi kota Jakarta <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi kota Jakarta (Pixabay)

Capaian pertumbuhan 5,59 persen pada Triwulan I-2026 dinilai menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak positif dan mampu menopang perekonomian nasional.

Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Jakarta didorong sejumlah sektor strategis. Kontribusi terbesar berasal dari kategori usaha lainnya sebesar 2,58 persen.

Selain itu, sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang 1,06 persen. Sektor Informasi dan Komunikasi turut memberikan kontribusi sebesar 0,88 persen, disusul Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 0,56 persen, serta sektor Konstruksi sebesar 0,51 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penggerak utama ekonomi Jakarta dengan kontribusi mencapai 3,32 persen.

Kemudian disusul Pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 1,68 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 0,47 persen, dan komponen lainnya sebesar 0,12 persen.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim mengatakan pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta mulai memberikan hasil positif.

Chico Hakim <b>(NTVNews.id/ Adiansyah)</b> Chico Hakim (NTVNews.id/ Adiansyah)

Menurutnya, strategi penguatan daya beli masyarakat dan peningkatan investasi menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta.

"Data ini menjadi bukti nyata bahwa kebijakan Gubernur Pramono Anung dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong investasi mulai menunjukkan hasil yang sangat baik. Kami optimis Jakarta akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif," terangnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus menjaga bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program prioritas yang berpihak kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Data lengkap tersedia dalam Berita Resmi Statistik BPS Provinsi DKI Jakarta No.25/05/31/Th.XXVIII tanggal 5 Mei 2026. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui situs resmi jakarta.bps.go.id atau media sosial @bpsdkijakarta.

x|close