Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyoroti masih tingginya jumlah rukun warga (RW) kumuh di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kedua kawasan tersebut dinilai menjadi wilayah prioritas penanganan karena memiliki tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi.
"Ada beberapa yang menjadi prioritas RW terutama di daerah-daerah yang padat penduduk, yang paling banyak adalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, itu yang akan mendapatkan perhatian," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.
Baca Juga: Pramono: RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58 Persen
Salah satu kawasan yang menjadi sorotan utama adalah Tambora di Jakarta Barat. Berdasarkan hasil peninjauan langsung di lapangan, Pramono menilai sejumlah wilayah di kawasan tersebut masih memiliki kondisi permukiman yang padat dan membutuhkan penataan serius.
"Memang di lapangannya hampir semua RW, hampir semua kelurahan saya sudah keliling dari 267, memang beberapa itu di Barat terutama misalnya lah di Tambora dan sebagainya (kumuh) dan kami akan turun untuk itu," terangnya.
Baca Juga: Pramono Bakal Buat Rasuna Said Jadi Lokasi CFD Baru Seperti Sudirman-Thamrin
Meski masih terdapat sejumlah wilayah yang menjadi perhatian, Pramono mengungkapkan bahwa jumlah RW kumuh di Jakarta secara keseluruhan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah RW kumuh di Jakarta saat ini tercatat sebanyak 211 RW. Angka tersebut turun drastis dibanding tahun 2017 yang mencapai 445 RW.
"Secara garis besar, terjadi penurunan RW kumuh dari 445 pada 2017 menjadi 211 pada tahun ini. Penurunannya kurang lebih 52,58 persen," terang politisi PDI Perjuangan tersebut.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)