Ntvnews.id, Jakarta - Banyak orang membeli buah dan sayuran segar dengan harapan bisa dikonsumsi dalam kondisi terbaik. Namun, tidak jarang bahan makanan tersebut justru membusuk lebih cepat saat disimpan di kulkas sehingga akhirnya terbuang.
Hal ini bisa terjadi karena cara penyimpanan yang kurang tepat. Tidak semua buah dan sayur cocok disimpan dalam suhu dingin. Dalam laporan yang dimuat oleh EatingWell pada Jumat, disebutkan bahwa beberapa jenis makanan segar justru lebih baik disimpan pada suhu ruangan agar tidak cepat rusak dan tetap memiliki rasa yang optimal.
Berikut beberapa bahan makanan yang sebaiknya tidak disimpan di kulkas, dihimpun dari berbagai sumber.
Tomat
Tomat termasuk bahan makanan yang lebih menyukai suhu hangat dibandingkan suhu dingin. Setelah dipetik dari pohonnya, tomat masih sensitif terhadap udara dingin.
Jika disimpan di dalam kulkas, teksturnya dapat berubah menjadi lembek dan kurang nikmat saat dimakan segar. Meski masih bisa digunakan untuk memasak, kualitasnya tidak lagi ideal.
Agar tetap segar, tomat sebaiknya disimpan di atas meja dapur pada suhu ruangan dan dijauhkan dari paparan sinar matahari langsung. Tomat juga sebaiknya dikonsumsi saat sudah matang sempurna.
Herbal segar
Herbal segar seperti basil, peterseli, dan ketumbar juga tidak cocok berada lama di dalam kulkas. Suhu dingin dapat membuat daun-daun tersebut cepat layu.
Cara penyimpanan yang lebih baik adalah menaruhnya di meja dapur dan memperlakukannya seperti bunga potong. Misalnya, basil dapat disimpan dalam gelas berisi air yang diganti setiap satu atau dua hari.
Menutupnya secara longgar dengan kantong plastik dapat membantu menjaga kelembapan, namun kantong tersebut sebaiknya memiliki lubang agar udara tetap dapat masuk.
Baca Juga: Rano Karno Buka Rakornas YKI, Dorong Pola Hidup Sehat dan Deteksi Dini
Pisang
Sebagai buah tropis, pisang lebih cocok disimpan pada suhu ruangan. Menaruh pisang di dalam kulkas dapat memperlambat proses pematangannya.
Selain itu, kulit pisang bisa berubah menjadi cokelat akibat kondisi yang disebut cedera akibat pendinginan. Kondisi ini dapat memengaruhi rasa buah sehingga menjadi pahit dan membuatnya lebih cepat membusuk.
Karena itu, pisang sebaiknya disimpan di atas meja atau tempat terbuka dengan suhu ruangan.
Bawang bombay
Bawang bombay membutuhkan tempat penyimpanan yang kering agar lapisan kulit luarnya tetap terjaga. Lingkungan yang lembap seperti kulkas justru dapat mempercepat pembusukan.
Kurangnya sirkulasi udara juga membuat bawang lebih cepat rusak. Selain itu, bawang bombay sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan kentang karena kentang mengeluarkan uap air dan gas yang dapat mempercepat proses pembusukan pada keduanya.
Tempat terbaik untuk menyimpan bawang bombay adalah area yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Baca Juga: Menembus Ombak Sungai Musi, Mengantar Makanan Bergizi untuk Anak Negeri
Namun berbeda dengan bawang bombay, jenis bawang seperti daun bawang dan kucai memiliki kadar air lebih tinggi serta lebih mudah memar. Oleh karena itu, kedua jenis bawang tersebut justru lebih baik disimpan di dalam kulkas.
Mengetahui cara penyimpanan yang tepat dapat membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama sekaligus mengurangi pemborosan makanan di rumah.
Dengan menyesuaikan tempat penyimpanan berdasarkan jenis buah dan sayur, kualitas rasa, tekstur, serta daya tahan bahan makanan dapat tetap terjaga hingga saat dikonsumsi.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Lemari es atau kulkas. ANTARA/Handout/am. (Antara)