Masuk Sekolah di Tengah Musim Hujan, IDAI Ingatkan Orangtua Waspadai Risiko Penyakit pada Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 14:05
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi virus HMPV Ilustrasi virus HMPV (Pixabay)

Ntvnews.id, Jakarta - Menyambut periode masuk sekolah anak di tahun baru yang bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan himbauan penting kepada para orangtua, pengasuh, tenaga pendidik, serta pihak sekolah dan pemerintah daerah. Himbauan ini disampaikan menyikapi kondisi terkini yang tengah dihadapi.

Kombinasi antara aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit seperti influenza, diare, demam berdarah yang perlu diwaspadai, musim hujan dengan risiko banjir, serta potensi bencana hidrometeorologi.

“IDAI memahami bahwa proses belajar mengajar di sekolah sangat penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. Namun, kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami menyampaikan beberapa kiat komprehensif sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan kolektif," kata Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K) dalam keterangannya, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Musim Hujan, Warga Cakung Barat Harap Pembangunan Embung Dipercepat

Berikut adalah himbauan IDAI:

  1. Pastikan kesehatan dan daya tahan tubuh anak memungkinkan untuk ke sekolah

-Lengkapi dan pastikan status imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, influenza, dan lain-lain.

-Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang mengandung gula tinggi dan junk food.

-Pastikan anak tidur malam 8-10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun.

-Jika anak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahatkan di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan.

Baca Juga: Peneliti AS Cemas Virus Baru dari China, Berpotensi Jadi Pandemi Baru

  1. Menerapkan Etiket Batuk & Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)

-Ajarkan dan biasakan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam (bukan telapak tangan) saat batuk atau bersin.

-Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.

Gunakan masker terutama jika anak mengalami gejala infeksi saluran napas atau berada di kerumunan.

-Hindari berbagi penggunaan alat makan, minum, dan alat kebersihan pribadi.

  1. Pencegahan Penyakit yang Berkembang di Musim Hujan

-Terapkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur Ulang sekaligus menghindari gigitan nyamuk). Pastikan lingkungan sekolah dan rumah bebas dari genangan air. Gunakan losion anti nyamuk, kelambu, atau pakaian panjang.

-Untuk menghindari diare dan leptospirosis (kencing tikus), pastikan pastikan anak selalu memakai alas kaki saat bermain atau berjalan di area yang mungkin terkontaminasi. Konsumsi air dan makanan yang bersih dan matang.

Baca Juga: IDAI Ingatkan Bahaya Influenza Tipe A pada Anak dengan Komorbid

  1. Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan & Bencana hidrometeorologi

-Komunikasi yang intensif adalah kunci. Orangtua dan pihak sekolah diharapkan aktif menginformasikan kondisi dan kebijakan melalui grup komunikasi. Orangtua diharapkan proaktif melaporkan kondisi kesehatan anak dan memberikan edukasi di rumah. Siswa diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan. Pastikan juga data kontak darurat baik pihak orangtua maupun sekolah selalu mutakhir.

-Ajarkan anak untuk memahami prosedur evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Orangtua juga harus mengetahui rencana tanggap darurat sekolah.

-Siapkan tas siaga bencana untuk anak di sekolah dan di rumah (berisi jas hujajn, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter kecil, peluit, dan kontak darurat keluarga).

-Hati-hati dalam perjalanan ke/dari sekolah saat hujan lebat. Waspada genangan air, pohon tumbang, dan arus lalu lintas.

Baca Juga: IDAI: Lengkapi Vaksinasi untuk Kurangi Risiko Pneumonia pada Anak

IDAI mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh. IDAI juga mendorong penguatan kerjasama antar sekolah dengan puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan warga sekolah dan edukasi.

IDAI juga berharap pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penyediaan fasilitas kesehatan, memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir/longsor, dan mengkoordinasikan sistem peringatan dini.

“Kami, para dokter anak, sangat mengharapkan kolaborasi semua pihak. Dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan bertumbuh kembang optimal, meski di tengah tantangan musim ini. IDAI siap bersinergi dengan semua pihak terkait untuk memastikan hak kesehatan dan pendidikan anak terpenuhi dengan baik,” tegas DR Dr Hikari Ambara Sjakti, Subsp HemaOnk(K) Sekretaris Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

HIGHLIGHT

x|close