Tak Perlu Cari Remote, AC Polytron Kini Bisa Dikendalikan dengan Suara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 15:39
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Polytron AC Nueva Pro Polytron AC Nueva Pro (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pulang ke rumah dalam kondisi gerah, tetapi remote AC justru terselip entah di mana. Persoalan sederhana yang mungkin pernah dialami banyak orang ini menjadi celah bagi teknologi untuk menawarkan cara baru, menyalakan AC cukup dengan suara.

Polytron menghadirkan Neuva Pro Voice Sense, AC terbaru yang dapat menerima perintah suara tanpa membutuhkan koneksi internet. Perangkat yang diluncurkan di Jakarta, Jumat (11/9/2026), ini diklaim menjadi AC pertama di Indonesia dengan teknologi tersebut.

Product Specialist Polytron Erwin Kurniawan mengatakan fitur pengenal suara telah tertanam langsung di dalam perangkat sehingga dapat digunakan tanpa harus terhubung ke internet.

"Polytron menghadirkan AC Neuva Pro Voice Sense. Ini merupakan AC pertama di Indonesia dengan suara pintar tanpa membutuhkan koneksi internet. Jadi pas beli, fitur sudah langsung tertanam di dalam AC-nya," jelas Erwin.

Pengguna cukup mengucapkan “Hai Polytron” untuk mengaktifkan fitur suara. Setelah itu, sejumlah instruksi seperti “Nyalakan AC”, “Matikan AC”, “Naikkan suhu”, “Aktifkan swing”, hingga “Suhu Nyaman” dapat diberikan langsung ke perangkat.

Berawal dari Remote yang Sering Hilang

Ide tersebut berangkat dari kebiasaan sederhana pengguna AC. Remote yang dibutuhkan untuk mengoperasikan perangkat tak jarang terselip di sofa, jatuh di bawah kasur, atau sulit ditemukan ketika dibutuhkan.

“Tentu, hal ini sangat mengganggu rutinitas dan waktu istirahat. Berangkat dari fakta unik kebiasaan tersebut, Polytron menghadirkan solusi yang solutif bagi masyarakat Indonesia. Polytron Hadirkan AC Pertama di Indonesia dengan Fitur Voice Sense Tanpa Koneksi Internet yang siap memberikan kemudahan mutlak tanpa batas," ungkap Erwin.

Baca Juga: VIDEO: Penampakan Mobil Listrik Polytron Mengaspal di Jalan Raya

Untuk mengatasinya, Polytron menanamkan pendeteksi suara yang mampu menerjemahkan ucapan menjadi perintah operasional.

Menariknya, pemrosesan dilakukan secara offline. Artinya, fungsi tersebut tetap dapat digunakan ketika Wi-Fi bermasalah atau rumah tidak memiliki koneksi internet. Tanpa proses pengiriman perintah melalui jaringan, respons perangkat juga tidak bergantung pada kualitas koneksi.

Tak Cuma Mengandalkan Suara

Di balik fitur Voice Sense, Polytron turut membekali Neuva Pro dengan teknologi untuk mempercepat proses pendinginan.

Pada varian 1/2 PK, teknologi High Cooling Capacity menghasilkan kapasitas pendinginan setara 5.000 BTU/h. AC ini diklaim mampu mencapai suhu 18 derajat Celsius dalam waktu sekitar tujuh menit.

Sementara desain High Efficiency Cooling Engine ditujukan untuk menjaga proses pendinginan tetap efisien. Teknologi Soft Start 310VA juga membantu mengendalikan arus listrik ketika AC pertama kali dinyalakan agar tidak langsung membutuhkan daya besar.

Neuva Pro Voice Sense tersedia dalam pilihan 1/2 PK, 1 PK, 1 1/2 PK, dan 2 PK dengan harga mulai Rp3,1 juta.

Perangkat ini juga menggunakan empat dimensi sirip untuk membantu menyebarkan udara dingin ke seluruh ruangan.

Untuk menjaga kualitas udara, terdapat High Density Dust Filter yang diklaim mampu menyaring debu hingga 90 persen, Carbon Filter untuk mengurangi bau tidak sedap, serta HEPA Filter yang membantu mencegah penyebaran bakteri.

Baca Juga: Polytron Fox 200 Tampil Perdana di IMOS 2025, Motor Listrik Stylish Mama Cantik Dapat Diskon Rp7 Juta

Dari sisi ketahanan, Polytron menggunakan material tembaga dengan lapisan Hydrophilic Aluminium atau Gold Fin pada kondensor dan evaporator untuk memberikan perlindungan terhadap korosi.

"AC Neuva Pro ini dilengkapi dengan lapisan Gold Fin yang terletak pada kondenser dan kompresor, sehingga tahan lama dan tidak gampang terkena korosi," kata Erwin.

Polytron memberikan garansi kompresor selama 10 tahun serta suku cadang selama tiga tahun.

Kehadiran Voice Sense menunjukkan bahwa konsep rumah pintar tak selalu harus bergantung pada internet, aplikasi, atau sederet perangkat tambahan. Teknologi bisa dibuat lebih sederhana dengan berangkat dari kebiasaan sehari-hari penggunanya.

Kini, ketika udara terasa panas dan remote AC tak kunjung ditemukan, suara bisa mengambil alih tugasnya.

x|close