Ntvnews.id, Jakarta - Presenter Ruben Onsu buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret anak asuhnya, Betrand Peto (BP). Melalui media sosial pribadinya pada Minggu, 13 September, Ruben mengunggah video kesaksian dua petugas kelab malam yang berada di lokasi kejadian, membantah adanya tindakan asusila tersebut.
Kasus ini bermula dari laporan dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang diterima pihak kepolisian pada Sabtu, 12 September 2026. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sebuah kawasan di SCBD, Jakarta Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, telah mengonfirmasi laporan tersebut dan membenarkan bahwa terlapor berinisial BP (sebelumnya disebut ATT oleh polisi) adalah anak angkat dari artis berinisial RSO.
Dalam unggahannya, Ruben menampilkan kesaksian Jakaria dan Revi, dua petugas server di kelab malam tersebut. Keduanya memberikan kronologi kejadian yang bertolak belakang dengan tudingan pelapor.
Jakaria mengaku sebagai pihak yang mencarikan tiga perempuan untuk menemani Betrand dan dua rekannya di ruang karaoke, atas permintaan teman Betrand. Ia menyatakan telah memperkenalkan kedua belah pihak dan menjelaskan tujuan permintaan tersebut.
Namun, menurut Jakaria, keributan pecah tak lama setelah ia keluar ruangan. Salah satu perempuan tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas. Teman perempuan tersebut, yang disebut Jakaria dengan ciri "kuping berdarah", lantas marah dan memicu keributan dengan teman Betrand.
Upaya petugas menenangkan situasi sempat gagal akibat perempuan yang menangis tersebut diduga dalam pengaruh alkohol dan mengamuk. Temannya yang "kuping berdarah" bahkan mengancam akan memviralkan insiden tersebut.
Terkait luka lebam yang diklaim pelapor, Jakaria menduga luka tersebut terjadi saat petugas berusaha menenangkan dan membawa perempuan itu keluar ruangan, karena ia sempat terbentur meja saat mengamuk.
Jakaria dengan tegas membantah adanya pelecehan seksual atau pemerkosaan. Ia beralasan bahwa di dalam ruangan tersebut terdapat sekitar lima orang, dan selalu ada petugas karaoke yang berjaga di dalam.
Kesaksian Jakaria didukung oleh Revi, petugas server perempuan di lokasi yang sama. Revi menyatakan bahwa sebelum keributan, ketiga perempuan, Betrand, dan teman-temannya tampak enjoy menikmati karaoke. Ia mengonfirmasi bahwa keributan dimulai ketika salah satu perempuan menangis tiba-tiba saat Revi sedang tidak berada di ruangan. Revi juga dengan tegas membantah adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Betrand Peto.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut dan belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai status hukum Betrand Peto.
Ruben Onsu, Betrand Peto (Instagram)