Dapur Komersial Mulai Beralih ke Teknologi Robot Masak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 20:07
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Daging sapi Daging sapi (Freekpik)

Ntvnews.id, Jakarta - Teknologi robotik mulai digunakan untuk membantu proses memasak di dapur komersial. Salah satu perangkat yang diperkenalkan di Indonesia memiliki kemampuan mengatur proses memasak, mulai dari penggunaan bumbu hingga temperatur dan waktu.

Perangkat tersebut, ARCA One, dikembangkan dalam dua model dengan kapasitas berbeda, yakni ARCA One Compactdengan kapasitas 1-2 kilogram dan ARCA One Pro yang mampu memasak 5-8 kilogram dalam satu proses.

Teknologi ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dapur komersial yang harus menjaga konsistensi hasil masakan sekaligus mengatur penggunaan bahan dan waktu kerja.

Head of Operation JCOOK Indonesia Harryanto Budiono mengatakan operasional bisnis makanan dan minuman membutuhkan konsistensi produk serta pengelolaan biaya yang terukur.

“Menurut saya, agar berhasil dalam menjalankan bisnis Food & Beverage (F&B) dibutuhkan dua hal pokok, yaitu stabilitas dan konsistensi baik dari segi rasa dan servis untuk menarik customer, serta profit dan cost operational yang terjaga dan terkendali,” ujar Harryanto dalam keterangannya, Kamis, 13 Agustus 2026.

Baca Juga: BGN Larang Dapur MBG Masak Mi Tanpa Chef Andal Usai Kasus Keracunan

Perangkat ini menjadi tahap awal dari sembilan fase pengembangan yang direncanakan. Dalam penggunaannya, perangkat dapat mengatur sejumlah parameter memasak secara otomatis, termasuk takaran bumbu, temperatur, dan durasi.

Managing Director JCOOK Indonesia Jackson mengatakan pengembangan perangkat tersebut dilakukan melalui riset untuk menemukan penerapan otomasi yang sesuai dengan kebutuhan dapur komersial.

“Perangkat ini diciptakan bukan hanya sebagai sebuah mesin yang dapat memasak secara otomatis, namun merupakan langkah pertama kami dalam membangun teknologi otomasi untuk industri commercial kitchen,” ujar Jackson.

Meski proses memasak dilakukan menggunakan sistem otomatis, teknologi tersebut tetap membutuhkan keterlibatan manusia dalam operasional dapur, termasuk dalam menentukan menu dan proses produksi.

Dari sisi kapasitas, model Pro menggunakan daya induksi maksimal 12 kW, sedangkan model Compact memiliki daya maksimal 5,2 kW. Keduanya dapat mencapai temperatur hingga 350 derajat Celsius dan menggunakan layar sentuh LCD berukuran 10,1 inci.

Baca Juga: Tips Aman Menghangatkan Masakan Bersantan Sisa Lebaran Menurut Ahli Gizi

Perbedaan lainnya terdapat pada ukuran perangkat. Model Pro berukuran 1.200 x 750 x 1.850 milimeter dengan bobot 180 kilogram. Sementara model Compact berukuran 1.100 x 750 x 1.750 milimeter dengan bobot 135 kilogram.

Kedua perangkat dapat menggunakan bumbu kering, saus, maupun bahan berbentuk cair. Model Pro memiliki tujuh tempat untuk bumbu kering dan delapan untuk bumbu cair, sedangkan model Compact memiliki konfigurasi yang sama dengan kapasitas wadah yang lebih kecil.

Teknologi robot memasak seperti ini menjadi bagian dari perkembangan otomasi di industri F&B. Selain proses memasak, penggunaan sistem otomatis di dapur komersial juga dapat diterapkan untuk pengelolaan bahan, pengaturan porsi, hingga pencatatan proses produksi.

Untuk saat ini, produk tersebut dipasarkan di Indonesia melalui sejumlah distributor dan telah menjangkau pasar Malaysia.

Pengembangan perangkat masih akan berlanjut ke fase berikutnya. Jackson mengatakan tahap pertama tersebut menjadi dasar bagi pengembangan teknologi otomasi yang lebih lanjut.

“ARCA One adalah langkah pertama dari perjalanan panjang kami. Kami ingin membuktikan bahwa teknologi untuk masa depan commercial kitchen tidak hanya bisa datang ke Indonesia, tetapi juga bisa lahir dan berkembang dari Indonesia untuk dunia,” tutur Jackson.

 
 
 

HIGHLIGHT

x|close