Meski Kebutuhan ASI Bayi Terpenuhi, IDAI Tekankan Pentingnya Vaksinasi pada Anak untuk Cegah Penyakit

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mei 2026, 17:15
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya vaksinasi meskipun kebutuhan anak mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) telah tercukupi.

Jika banyak orang tua yang beranggapan bahwa dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan atau selama 24 bulan sudah cukup untuk imunitas tubuh bayi, maka IDAI menganjurkan jika vaksinasi tetap harus dilakukan.

"Tidak semua yang ada dalam kandungan ASI tersebut bisa menjaga penyakit tertentu. Contohnya, kenapa setelah bayi lahir mulai diberikan vaksin hepatitis, diberikan vaksin polio, dan juga vaksin difteri, pertusis dan tetanus?" kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI Dr. dr. Rodman Tarigan, Sp.A, Subsp.T.K.P.S (K) dalam diskusi daring, 5 Mei 2026.

Rodman mengatakan vaksinasi memiliki manfaat yang berbeda dari ASI karena memberi perlindungan secara spesifik. Lain halnya dengan vaksinasi, vaksin dapat meningkatkan perlindungan pada penyakit yang penularannya jauh lebih bahaya bagi kesehatan. 

Sejumlah penyakit yang rentan menempel pada bayi, perlu mendapatkan perlindungan secara spesifik dari vaksin seperti hepatitis, polio, difteri hingga tetanus.

Namun, Rodman menekankan seluruh pihak sepakat bahwa ASI merupakan nutrisi terbaik untuk bayi sampai usia 6 bulan, dan akan lebih baik jika dilanjutkan hingga usia 2 tahun. 

"ASI bisa meningkatkan imunitas, menjaga (bayi dari) infeksi, juga menjaga energi. Jadi sangat lengkap, karena dikatakan satu tetes ASI itu kandungannya sangat luar biasa," jelasnya.

Untuk itu, Rodman berharap jika bisa bih cerdas dalam menyerap informasi dan memahami betul pentingnya vaksinasi terutama pada bayi agar dapat terhindar dari berbagai penyakit menular berbahaya dan dapat tumbuh lebih optimal.

Baca Juga: Prabowo Terbitkan Perpres Pencegahan Anak Tidak Sekolah

x|close