Meta Hadirkan Fitur Pantau Percakapan Remaja dengan AI untuk Orang Tua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 22:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Miniatur taman bermain anak-anak di depan logo Meta. (REUTERS/Dado Ruvic) Ilustrasi - Miniatur taman bermain anak-anak di depan logo Meta. (REUTERS/Dado Ruvic) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Meta akan memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan orang tua memantau topik percakapan anak remaja mereka dengan Meta AI di platform seperti Facebook, Messenger, dan Instagram. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan penggunaan platform bagi remaja.

Dilansir dari Engadget, Jumat, 24 April 2026, fitur tersebut akan menampilkan kepada orang tua kategori topik yang dibahas anak dengan Meta AI selama tujuh hari terakhir. Dalam blog resminya, Meta menyebutkan bahwa kategori ini mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, hiburan, gaya hidup, perjalanan, menulis, kesehatan, dan kesejahteraan.

Baca Juga: Meta Sesuaikan Batas Usia Pengguna Facebook, Instagram dan Threads di RI

Fitur pemantauan ini akan tersedia dalam tab baru bernama “Insights” (Wawasan) yang terletak pada menu pengawasan akun remaja, baik di aplikasi maupun versi web. Orang tua juga dapat menelusuri subkategori dari tiap topik, misalnya pada kategori gaya hidup yang mencakup mode, makanan, hingga liburan.

Selain itu, Meta bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk menghadirkan fitur “pembuka percakapan”. Fitur ini berisi panduan pertanyaan terbuka yang dapat membantu orang tua berdiskusi dengan anak mengenai pengalaman mereka menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Panduan tersebut tersedia melalui situs Family Center milik Meta.

Baca Juga: Infografik: Meta Terapkan Batas Usia 16 Tahun, Ikuti Aturan Komdigi

Meta juga mengumumkan pembentukan AI Wellbeing Expert Council, sebuah dewan yang akan memberikan masukan berkelanjutan terkait penggunaan AI oleh remaja. Dewan ini akan melibatkan sejumlah kelompok penasihat yang sudah ada serta pakar baru di bidang etika dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya perhatian global terhadap dampak penggunaan AI dan media sosial bagi anak dan remaja. Sejumlah negara bahkan mulai menerapkan pembatasan akses bagi kelompok usia tersebut demi melindungi mereka dari potensi risiko di ruang digital.

(Sumber: Antara)

x|close