Ntvnews.id, Jakarta - Peristiwa tragis terjadi Bantul setelah seorang remaja berinisial IDS (16) dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui merupakan pelajar asal Padukuhan Ciren, Triharjo, Pandak, Bantul. Keluarga kini meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku.
Ayah korban, Sugeng Riyanto menjelaskan bahwa anaknya masih berada di rumah pada Selasa malam, 14 April 2026 sekitar pukul 21.00 WIB. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban disebut dijemput dua orang temannya menggunakan sepeda motor.
"Pada pukul 21.30 WIB saya sudah tertidur karena lelah bekerja. Nah, lalu ada dua orang menjemput menggunakan motor N-Max, yang tahu justru tetangga,” ucapnya, dikutip dari RRI, Rabu, 22 April 2026.
Menurut Sugeng, informasi soal penjemputan baru diketahuinya setelah kejadian berlangsung. Setelah dijemput, korban sempat dibawa ke kawasan sekolah di wilayah Bambanglipuro. Di lokasi tersebut, korban kemudian dibawa lagi oleh dua orang lain yang datang berboncengan sepeda motor.
Ilustrasi Penganiayaan atau Kekerasan (pixabay)
Seorang teman korban yang merasa curiga disebut mengikuti perjalanan tersebut hingga akhirnya mengetahui korban dibawa ke Lapangan Gadung Mlaten. Setibanya di lapangan, korban disebut mendapati sekitar 10 orang sudah menunggu.
Korban diminta duduk lalu diinterogasi oleh kelompok tersebut. Ia ditanya terkait dugaan keterlibatan dalam sebuah geng. Korban menjawab tidak ikut kelompok mana pun. Setelah itu, korban diduga langsung dipukuli secara bersama-sama.
Sugeng menyebut anaknya menerima serangan bertubi-tubi. Sejumlah benda diduga digunakan dalam aksi penganiayaan, seperti selang, pipa paralon hingga gunting.
Korban juga disebut mengalami tindakan kekerasan lain yang sangat kejam hingga tak sadarkan diri. Setelah para pelaku membubarkan diri, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh temannya. Korban sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari. Namun, nyawanya tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
Ilustrasi Penganiayaan (Antara)