Ntvnews.id, Tokyo - Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga pekan ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan usai dirinya memfasilitasi pertemuan antara duta besar kedua negara di Gedung Putih, Kamis, 23 Maret 2026.
Perpanjangan ini menjadi kelanjutan dari gencatan senjata awal selama 10 hari yang mulai berlaku pada Jumat pekan lalu waktu setempat. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik Washington untuk meredakan ketegangan di kawasan sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas.
Baca Juga: Dunia Hampir Berakhir, Trump Coba-coba Gunakan Kode Nuklir untuk Serang Iran
Melalui media sosial, Trump menyebut pertemuan di Ruang Oval berlangsung “sangat baik”. Ia juga menyampaikan harapannya untuk segera mempertemukan para pemimpin Israel dan Lebanon dalam waktu dekat guna membahas solusi jangka panjang atas konflik yang berlangsung.
Dalam dinamika yang lebih luas, isu konflik ini juga berkaitan dengan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Salah satu poin krusial dalam pembicaraan tersebut adalah serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran.
Baca Juga: Serangan Drone Israel Hantam Lebanon Saat Gencatan Senjata, 1 Tewas
Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, meskipun tanpa batas waktu yang ditentukan. Ia bahkan mengeklaim adanya “keretakan serius” dalam pemerintahan Iran, seraya menegaskan bahwa jeda konflik akan terus berlangsung hingga Teheran mengajukan “usulan terpadu”.
(Sumber: Antara)
Jalan-jalan wilayah Dahieh yang hancur setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. /ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)