Seskab Ungkap Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Pasokan Minyak Rusia, Begini Hasilnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Apr 2026, 19:43
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menugaskan secara khusus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk bertemu dengan utusan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai upaya mencari pasokan energi di tengah gejolak geopolitik. Tugas itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan Prabowo dengan Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin, 13 April 2026 lalu.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto melawat ke dua negara yang memiliki hak veto di PBB, yakni Rusia dan Prancis beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan di Istana Kremlin, Prabowo dan Putin sepakat meningkatkan kerja sama di bidang energi jangka panjang.

"Kemudian Bapak Presiden menugaskan khusus Bapak Menteri ESDM untuk bertemu utusan khusus Presiden Putin dan juga Menteri Energi dari Rusia," kata Teddy di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 16 April 2026.

Bahlil menindaklanjuti perintah Prabowo tersebut dengan bertemu utusan khusus Putin dan menteri energi Rusia. Hasil dari pertemuan itu dilaporkan Bahlil kepada Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan pada hari ini.

Baca Juga: TNI AL Andalkan Drone dan KSOT untuk Efisiensi BBM, Siapkan B50 bagi Kapal Perang

"Hasilnya beliau laporkan kepada Bapak Presiden baru saja ya," kata Seskab Teddy.

Dalam kesempatan ini, Bahlil mengatakan, telah melaporkan kepada Prabowo mengenai kesepakatan yang tercapai dengan pihak Rusia menindaklanjuti pertemuan Prabowo dan Putin.

"Hasil-hasil kesepakatan itu adalah menyangkut dengan kerja sama jangka panjang, khususnya di bidang energi," katanya.

Bahlil mengatakan, konsumsi BBM nasional saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari. Sementara, produksi atau lifting sekitar 600.000 hingga 610.000 barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih membutuhkan impor sekitar 1 juta barel per hari.

"Di tengah kondisi global yang seperti ini, kita harus mampu mencari cadangan-cadangan minyak dari berbagai sumber. Tidak hanya di satu negara tapi di hampir semua negara," katanya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia <b>(NTVnews)</b> Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (NTVnews)

Bahlil juga menyebut, pertemuannya dengan utusan khusus Putin dan menteri energi Rusoa membuahkan hasil yang menggembirakan. Dari pertemuan itu, Indonesia dipastikan mendapat pasokan minyak mentah dari Rusia. Tak hanya itu, Rusia juga berkomitmen membangun infrastruktur penting dalam meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.

"Alhamdulillah kemarin atas arahan Bapak Presiden, sudah saya bertemu dengan Menteri ESDM dan utusan khusus daripada Presiden Putin, dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," katanya.

Baca Juga: Bahlil Dampingi Prabowo ke Moskow Rusia untuk Amankan Minyak

Selain itu, pertemuan dengan Rusia juga membahas mengenai pasokan LPG. Dikatakan, Indonesia saat ini mengimpor sebanyak 7 juta ton LPG tiap tahunnya.

"Dan sekarang kita lakukan diversifikasi, dan insyaallah kita juga akan mendapat support, tetapi yang ini masih butuh perjuangan, masih butuh komunikasi dua atau tiga tahap, tapi kalau crude-nya saya pikir sudah, sudah hampir final," paparnya.

x|close