Bahlil Buka Opsi Impor Minyak dari Rusia Demi Jaga Pasokan BBM

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Apr 2026, 15:42
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (6/4/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap terjaga.

“Kalau sudah jadi (impor dari Rusia), saya akan kabari, ya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi tawaran kerja sama pembelian minyak dari Rusia yang sebelumnya diungkapkan oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov.

Bahlil menegaskan bahwa dalam situasi krisis energi global saat ini, pemerintah tidak membatasi sumber impor minyak. Prioritas utama adalah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tak Naik 1 April 2026

“Jadi, jangan kita pilih-pilih sekarang. Dari negara mana saja (bisa impor), yang penting ada,” ucap Bahlil.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia kini menghadapi persaingan ketat dengan negara lain dalam memperoleh pasokan minyak. Bahkan, dalam proses tender, pembeli lain dapat mengambil alih kesepakatan dengan menawarkan harga lebih tinggi.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan dinamika pasar global di mana penjual cenderung memilih pembeli dengan penawaran terbaik.

“Jadi, kami sekarang membuat beberapa alternatif. Yang penting bagi kami, bagi pemerintah, adalah menjamin agar BBM di Indonesia tetap ada,” ucap Bahlil.

Sebelumnya, Dubes Rusia Sergei Tolchenov menyampaikan bahwa negaranya membuka peluang kerja sama di sektor energi, termasuk bagi Pertamina, di tengah kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh situasi geopolitik, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Baca Juga: Bahlil Sebut Sudah Dapat Pengganti Impor Minyak-LPG dari Timur Tengah

“Presiden kami telah berkali-kali menyampaikan, terutama bagi negara-negara sahabat, kami siap bekerja sama di bidang minyak dan gas apabila mereka membutuhkan sesuatu,” kata Dubes Tolchenov.

Meski demikian, Tolchenov mengaku belum menerima permintaan resmi dari pihak Indonesia, baik dari Pertamina maupun Kementerian ESDM.

“Jadi, silakan hubungi kami, sampaikan kebutuhan Anda, dan kita akan diskusikan bagaimana hal itu dapat diwujudkan,” tambahnya.

(Sumber: Antara)

x|close