Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menandatangani tiga kesepakatan bilateral di bidang energi dan mineral bersama Pemerintah Korea Selatan sebagai upaya memperkuat kemitraan di kawasan.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penandatanganan kerja sama berlangsung di Blue House, Seoul, pada Rabu, 1 April 2026 waktu setempat. Acara tersebut turut disaksikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Tiga dokumen Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati mencakup kerja sama di bidang energi bersih, Carbon Capture and Storage (CCS), serta mineral kritis dengan kementerian terkait di Korea Selatan.
Usai penandatanganan, Bahlil menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas kedua negara, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti potensi krisis energi.
"Baru saja kita teken kerja sama energi di hadapan Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung. Dan ini sangat penting bagi kedua negara dalam menghadapi kemungkinan lahirnya risiko gangguan pasokan energi di wilayah kawasan," kata Bahlil.
Baca Juga: Lewat BPBL, Kementerian ESDM dan PLN Wujudkan Penyambungan Listrik Gratis bagi 750 Warga Bengkulu
Dalam kerja sama energi bersih, kedua negara akan mendorong pengembangan teknologi, peningkatan investasi, serta penguatan kerja sama perdagangan dan sumber daya manusia.
Ruang lingkupnya mencakup energi terbarukan, nuklir, hidrogen, penyimpanan dan efisiensi energi, baterai, bioenergi, hingga pengolahan sampah menjadi energi, termasuk pengembangan jaringan listrik cerdas dan sistem energi untuk pulau mandiri.
Di sisi lain, implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) juga akan menjadi fokus bersama.
Kerja sama ini diharapkan membuka peluang pengembangan proyek lintas negara sekaligus mempercepat komersialisasi teknologi CCS.
Sementara itu, pada sektor mineral kritis, kedua negara akan bekerja sama dalam survei geosains, pengolahan, pemurnian, hingga daur ulang dan aspek keberlanjutan, termasuk rehabilitasi serta reklamasi pascatambang.
"Hasil kunjungan ini mencerminkan posisi aktif Indonesia dalam membangun diplomasi energi, menjalin konsultasi dan berdiskusi atas penanganan perkembangan isu-isu energi terkini," jelas Bahlil.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Korea Selatan ke tingkat yang lebih tinggi.
"Marilah kita meminta para menteri kita untuk berupaya mewujudkan peran yang lebih tinggi ini," tutur Presiden Prabowo.
Sementara itu, Presiden Lee menegaskan pentingnya hubungan bilateral kedua negara dan menyebut kerja sama ini sebagai langkah bersejarah.
"Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus," ucap Presiden Lee.
Ia juga menambahkan bahwa hubungan strategis komprehensif khusus tersebut merupakan bentuk kemitraan yang tidak dimiliki Korea Selatan dengan negara lain selain Indonesia.
(Sumber: Antara)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meneken tiga kesepakatan bilateral bidang energi dan mineral dengan pemerintah Korea Selatan yang disaksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-ANTARA/HO-Sekretariat Presiden. (Antara)