Ntvnews.id, Jakarta - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Saham BBCA ditutup turun 3,73 persen ke level 6.450.
Level ini menjadi perhatian pasar karena merupakan posisi terendah BBCA dalam hampir lima tahun terakhir.
Berdasarkan catatan historis, terakhir kali saham BBCA berada di bawah level tersebut terjadi pada 21 Agustus 2021.
Namun, pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, saham BBCA mulai menunjukkan pemulihan. Hingga perdagangan terbaru, saham BCA berada di level Rp6.525, naik 75 poin atau 1,16 persen.
Penurunan BBCA juga menunjukkan tren pelemahan yang cukup dalam. Sejak menyentuh harga penutupan tertinggi di level 10.750 pada 21 Oktober 2025, saham BBCA terus mengalami tekanan.
Pelaku pasar kini mencermati area 6.400 sebagai level penting.
Jika harga saham BBCA mampu bertahan di kisaran ini, ada peluang terjadi rebound atau penguatan jangka pendek menuju 6.800 hingga 7.000.
Namun, jika level tersebut kembali ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut. Saham BBCA bisa turun lebih dalam ke area 6.000 bahkan 5.600.
Gedung bank BCA. (Antara)