Danantara Tetapkan Zhejiang Weiming Kelola Proyek Waste-to-Energy Bogor Raya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mar 2026, 11:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir (kiri) dan perwakilan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (kanan) di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik  (PSEL) Bogor Raya, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Danantara) Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir (kiri) dan perwakilan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (kanan) di Jakarta, Sabtu (14/3/2026), melakukan penandatanganan kerja sama pengelolaan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Danantara) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengumumkan mitra yang akan mengelola fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Bogor Raya, Jawa Barat.

Setelah melalui proses seleksi yang melibatkan sejumlah perusahaan internasional berpengalaman, Danantara menetapkan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. sebagai mitra pengelola proyek PSEL di kawasan tersebut.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa penunjukan mitra ini menjadi tahap penting dalam upaya merealisasikan sistem pengelolaan sampah terpadu yang mengedepankan tata kelola yang baik serta standar operasional tinggi.

“Mitra yang terpilih diharapkan dapat menjaga kinerja operasional yang konsisten, memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku, dan mendukung keterlibatan komunitas sekitar,” ujar Pandu.

Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 109/2025. Penetapan mitra pengelola fasilitas Bogor Raya dinilai menjadi tonggak penting dalam pengembangan program Waste-to-Energy yang dijalankan oleh Danantara.

Program tersebut bertujuan mengatasi persoalan sampah di kawasan perkotaan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan limbah modern yang dapat mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

Baca Juga: Prabowo Siapkan 34 Proyek Waste to Energy, Investasi Capai Rp58,7 Triliun

“Mitra pengelola diwajibkan membentuk konsorsium guna mendorong transfer teknologi dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah dan perusahaan Indonesia,” ujar Pandu.

Dalam implementasinya, proyek fasilitas Bogor Raya dikembangkan dengan pendekatan yang menekankan keandalan operasional, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta kerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk mendorong transfer teknologi.

Pandu menegaskan bahwa Danantara akan terus menempatkan prinsip tata kelola yang kuat sebagai prioritas utama, termasuk dalam pelaksanaan proyek yang dilakukan secara transparan dan berbasis mitigasi risiko.

Baca Juga: Purbaya Sudah Lapor Prabowo Mengenai Opsi Ambil Alih PNM dari Danantara

“Danantara berkomitmen untuk mendorong solusi pengelolaan sampah terpadu yang menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat di berbagai daerah,” tegas Pandu.

Sebelumnya, Danantara juga telah menunjuk Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator fasilitas pembangkit di Bekasi, sementara Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. ditetapkan sebagai operator untuk proyek serupa di kawasan Denpasar Raya.

(Sumber: Antara)

x|close