BEI Pastikan Operasional Tetap Normal, Komitmen Perkuat Transparansi dan Tata Kelola

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 09:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional BEI tetap berjalan normal, serta proses pengambilan keputusan manajemen tidak mengalami gangguan.

“Kami juga menegaskan komitmen kami untuk membangun pasar modal Indonesia berkelas dunia tidak hanya setara dalam hal nilai perdagangan dan kapitalisasi pasar, tetapi juga setara dalam transparansi dan tata kelola,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Sabtu, 31 Januari 2026.

Jeffrey menambahkan, BEI akan terus mendorong peningkatan transparansi dan tata kelola pasar modal nasional, sekaligus mencermati perkembangan terbaru terkait kebutuhan para penyedia indeks global.

Baca Juga: Rans Nusantara FC Bungkam Persekabpas dengan Skor 2-0 di Perempat Final Liga Nusantara

"Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa Indeks Provider Global, dan kami sudah menampung apa yang diharapkan, dan semua itu akan kami deliver dalam waktu secepat mungkin untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan kepada seluruh investor, baik investor global maupun investor domestik kita,” ujar Jeffrey.

Pada kesempatan yang sama, Jeffrey juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada BEI dalam menjaga perdagangan pasar modal agar berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BEI untuk memastikan operasional bursa tetap berjalan normal di tengah masa transisi kepemimpinan, tanpa adanya kekosongan dalam kepemimpinan maupun pengawasan sektor keuangan dan pasar modal.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik <b>(NTVnews)</b> Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik (NTVnews)

"Pejabat Pelaksana Tugas atau PJS akan memastikan seluruh fungsi regulasi, aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar Good Governance dan Best Practices," ujar Airlangga.

Airlangga juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan percepatan reformasi integritas pasar modal, termasuk reformasi struktural melalui demutualisasi bursa serta peningkatan likuiditas dengan menaikkan batas minimum free float menjadi 15 persen atau menyesuaikan standar global.

Baca Juga: Prabowo Sampaikan Pesan ke Investor: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh

"Hal ini berarti semakin banyak saham yang akan dilepaskan ke publik sehingga bursa menjadi transparan, likuid dan berintegritas," ujar Airlangga.

Selain itu, lanjut Airlangga, pemerintah juga mendorong peningkatan transparansi melalui pengetatan aturan terkait beneficial ownership atau kepemilikan akhir yang sebenarnya, serta kejelasan afiliasi pemegang saham. Evolusi struktural tersebut juga mencakup percepatan demutualisasi agar Bursa Efek Indonesia sejajar dengan bursa modern internasional.

x|close