Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan terjadi lonjakan tajam harga timah global dari sekitar USD33.000 menjadi USD51.000 per ton.
Harga tersebut dinilai tidak lepas dari dampak kebijakan serta situasi dalam negeri Indonesia.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan walaupun produksi timah nasional berada di kisaran 50.000 ton per tahun, Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan dan fluktuasi harga timah dunia.
"Harga timah pada saat ini di angka USD51.000. Saya masih meyakini bahwa ini karena dari Indonesia. Pengaruh harga ini dari Indonesia," ucap Tri Winarno dalam acara Indonesia Weekend Miner by Indonesia Mining Summit dikutip, Minggu 25 Januari 2026.
Baca juga: RUPSLB PT Timah Tunjuk Ratih Mayasari Jadi Direktur SDM
Menurutny kenaikan harga tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh angka produksi timah legal, melainkan akibat pengetatan pasokan global setelah pemerintah berhasil menutup jalur perdagangan ilegal.
Selama ini sebagian pasokan timah Indonesia mengalir ke pasar luar negeri melalui penyelundupan ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Namun, dirinya menegaskan jalur tersebut kini telah berhasil dihentikan.
"Penyelundupan yang ada di Malaysia dan ada di Singapura otomatis sekarang nggak ada lagi. Market gelap untuk timah ini sama sekali sudah berakhir dengan adanya kondisi saat ini," lanjutnya.
Baca juga: Wamen Todotua Tinjau PT Timah, Fokus Benahi Hambatan Investasi di Babel
Adapun pada tahun 2025 aparat keamanan berhasil membongkar penyelundupan 5 ton pasir timah di perairan Bangka Barat menuju Malaysia.
TNI AL menemukan 500 karung timah ilegal yang diduga akan diselundupkan ke Malaysia. (Istimewa )