Catat Laba Rp3,6 Triliun pada 2025, Permata Bank Tegaskan Kinerja Stabil dan Fundamental Kuat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 23:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) menegaskan kinerja keuangan yang stabil serta fundamental bisnis yang tetap kuat dalam Paparan Publik 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen Permata Bank memaparkan kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus menyampaikan pandangan terhadap prospek ekonomi dan industri perbankan ke depan. Paparan disampaikan langsung oleh Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli, Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Rudy Basyir Ahmad, serta Chief Economist Permata Bank Josua Pardede.

Sepanjang 2025, Permata Bank mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,6 triliun. Pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan serta kualitas aset yang tetap terjaga.

Dalam konferensi pers, Rudy Basyir Ahmad menegaskan bahwa bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fokus pada kebutuhan nasabah.

“Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan. Dengan fundamental yang resilien , dukungan penuh dari Bangkok Bank, serta kepercayaan seluruh pemangku kepentingan , Permata Bank mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta kualitas aset yang tetap terjaga. Kami yakin dengan tetap menjaga skala dan relevansi, Permata Bank dapat terus tumbuh berkelanjutan serta menjadi bank pilihan dan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan finansial sehari - hari , keluarga dan bisnis mereka .”

Kinerja Keuangan 2025

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank)  <b>(Istimewa)</b> PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) (Istimewa)

Permata Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp12,6 triliun pada 2025. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan pendapatan nonbunga yang melonjak 34,1 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Dari sisi neraca, total aset bank tercatat meningkat 3,6 persen secara tahunan menjadi Rp268,3 triliun. Sementara itu, simpanan nasabah tumbuh 3,9 persen menjadi Rp192,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan dana murah atau CASA sebesar 20,1 persen sehingga rasio CASA naik menjadi 63,9 persen.

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, Permata Bank juga menjaga likuiditas dan permodalan yang kuat. Rasio Loan to Deposit tercatat 84,5 persen, sedangkan rasio likuiditas Basel III berada jauh di atas ketentuan minimum dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata 296,5 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 126,8 persen.

Struktur permodalan bank juga dinilai solid dengan rasio CAR mencapai 34,6 persen dan CET-1 sebesar 26,6 persen, menjadikannya salah satu yang terkuat di antara bank komersial besar di Indonesia.

Penyaluran kredit sepanjang 2025 meningkat 5,5 persen menjadi Rp163,3 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari segmen korporasi yang naik 11,2 persen menjadi Rp99,6 triliun.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 2,1 persen. Sementara Loan at Risk (LAR) membaik menjadi 6,3 persen. Bank juga mempertahankan pencadangan yang konservatif dengan rasio NPL Coverage sebesar 356 persen dan LAR Coverage sebesar 118 persen.

Kontribusi Unit Usaha Syariah

Unit Usaha Syariah Permata Bank juga menunjukkan kinerja yang positif sepanjang 2025. Laba operasional sebelum provisi tercatat Rp785,3 miliar atau meningkat 8,1 persen secara tahunan.

Baca Juga: Mudik Lebaran Lebih Hemat dengan Mobil Listrik, Geely Bagikan Tips dan Program Semarak Lebaran

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan setelah distribusi bagi hasil sebesar 6,4 persen serta pengelolaan biaya operasional yang tetap efisien.

Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026

Lembaga riset ekonomi internal bank, Permata Institute for Economic Research (PIER), memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada di kisaran 5,1 hingga 5,2 persen.

Potensi kenaikan hingga 5,3 persen dinilai masih terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan reformasi struktural mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha serta konsumen. Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Namun demikian, volatilitas pasar keuangan global dan dinamika perdagangan dunia masih menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Inovasi Layanan Digital

Permata Bank juga terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Inovasi tersebut diwujudkan melalui pengembangan aplikasi mobile banking Permata ME serta platform transaksi bisnis digital Permata eBusiness.

Selain itu, bank menghadirkan konsep cabang modern melalui Modernized Branch yang mengintegrasikan layanan digital dengan pengalaman perbankan yang lebih efisien dan aman.

Komitmen Keberlanjutan

PT Bank Permata Tbk (Permata Bank)  <b>(Istimewa)</b> PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) (Istimewa)

Dalam aspek keberlanjutan, Permata Bank menargetkan pencapaian Net Zero Emissions untuk operasional pada 2030 dan aktivitas pembiayaan pada 2052.

Sepanjang 2025, portofolio Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) tumbuh 33,3 persen menjadi Rp30,1 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp24,9 triliun, termasuk sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, bangunan hijau, serta efisiensi energi.

Dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan, bank juga menjalankan inisiatif Adopt-A-Tree: 1 Misi Hijaukan Bumi yang melibatkan karyawan. Program ini telah menghasilkan lebih dari 80 juta langkah yang kemudian dikonversi menjadi bibit pohon untuk ditanam di kawasan Bukit Tigapuluh, Jambi.

x|close