Kekayaan Prajogo Pangestu Naik Rp23 Triliun Dalam Sehari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jan 2026, 07:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Prajogo Pangestu Prajogo Pangestu

Ntvnews.id, Jakarta - Harta kekayaan konglomerat asal Indonesia Prajogo Pangestu terus melesat besar USD1,4 miliar atau sekitar Rp23 triliun dalam satu hari.

Adapun total kekayaan Prajogo Pangestu tercatat mencapai USD36 miliar atau sekitar Rp610 triliun.

Angka ini mengantarkannya menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia sekaligus berada di peringkat ke-60 orang terkaya dunia.

Kenaikan ini terjadi setelah Prajogo Pangestu belum lama ini tercatat melakukan pembelian 1 juta lembar saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebagaimana berdasarkan laporan kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Baca juga: Perusahaan Prajogo Pangestu Akuisisi Jaringan SPBU ExxonMobil di Singapura

Pembelian dilakukan pada 15 Januari 2026 melalui 7 transaksi dengan harga saham bervariasi mulai dari Rp9.525 per saham sampai Rp9.675 per saham.

Dengan tambahan itu, total kepemilikan saham Prajogo di BREN meningkat dari 139.789.700 lembar atau sekitar 0,104 persen menjadi 140.789.700 lembar atau sekitar 0,105 persen.

Tak berhenti di situ, Prajogo juga meningkatkan kepemilikannya di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). 

Ia membeli 3.502.000 saham CUAN dengan nilai transaksi sekitar Rp6,55 miliar.

Prajogo Pangestu merupakan seorang pengusaha karet yang memulai bisnis kayu pada akhir tahun 1970-an. 

Baca juga: CEO Danantara Rosan Sebut Prajogo Pangestu dan Grup Djarum Berminat Beli Patriot Bond

Ia mendirikan perusahaan Barito Pacific Timber yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1993 dan pada 2007 berganti nama menjadi Barito Pacific setelah mengurangi bisnis kayu.

Pada tahun 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen saham perusahaan petrokimia Chandra Asri yang memisahkan anak perusahaannya Chandra Daya Investasi untuk berdagang di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2025.

Pada 2011 Chandra Asri terus menguat setelah merger dengan Tri Polyta Indonesia dan perusahaan energi Thaioil menjadi investor dengan mengakuisisi 15 persen saham.

x|close