Purbaya Ngaku Deg-degan Kena Tegur Presiden Prabowo di Hambalang soal Pajak dan Bea Cukai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 10:50
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait kebijakan baru kewajiban penempatan 100 persen devisa hasil ekspor (DHE) yang diprotes sektor usaha kelapa sawit. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait kebijakan baru kewajiban penempatan 100 persen devisa hasil ekspor (DHE) yang diprotes sektor usaha kelapa sawit. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tersindir oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat retret kabinet kedua di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. 

Adapun sindiran tersebut berkaitan dengan kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Purbaya menceritakan awalnya Presiden Prabowo melontarkan pertanyaan apakah pemerintah akan terus dibohongi oleh aparat pajak dan bea cukai

"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang apakah kita akan mau dikibuli terus oleh pajak dan bea cukai? Itu pesan ke saya dari presiden," ucap Purbaya di kantor Kemenkeu dikutip Jumat 9 Januari 2026.

Baca juga: Purbaya Yakin MBG Jadi Program dengan Serapan Anggaran Paling Ngebut di Awal 2026

Meski tidak disampaikan secara langsung kepadanya, Purbaya menilai pernyataan itu ditujukan sebagai pesan khusus untuk dirinya selaku Bendahara Negara.

"Walaupun dia nggak melihat ke saya, tapi deg kan ke sini," lanjutnya sambil menepuk dada.

Lebih lanjut, Purbaya menyebut Presiden Prabowo ju ga menyoroti masih maraknya praktik under invoicing yang melibatkan oknum di Bea Cukai dan Pajak. 

“Ada praktik under invoicing yang masih besar yang tidak terdeteksi di pajak dan bea cukai,” ungkap Purbaya.

Merespons hal itu, Purbaya menargetkan pembenahan sistem dan sumber daya manusia pada DJP dan DJBC dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu 1-2 bulan akan kita perbaiki perpajakan kita, termasuk penggalakkan sistem-sistem, ada Coretax segala macam, termasuk kita lihat ada nggak orang yang masih main-main, sepertinya masih ada, jadi kita akan beresin," ungkap Purbaya.

Baca juga: Purbaya Murka! Ada Perusahaan China Kemplang Pajak Hingga Beli KTP Pegawai

Sementara itu, di DJBC sanksi tegas akan diterapkan bagi pegawai yang tidak menunjukkan kinerja baik. 

"Kalau bea cukai ancamannya clear dari sana bahwa kalau nggak bisa setahun, ya betul-betul di rumahin. Jadi saya akan selamatkan supaya 16 ribu orang itu tetap bekerja, tapi yang kerjanya bagus, yang jelek-jelek kita rumahkan, saya akan kotakkan betul," tandasnya.

x|close