Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan bahwa penguatan sinergi di antara seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor penting untuk mendorong kinerja ekonomi nasional yang lebih baik pada 2026 dan 2027.
Ia menyebut terdapat lima bentuk sinergi yang harus diperkuat, yakni menjaga stabilitas dan mendorong permintaan, meningkatkan hilirisasi dan industrialisasi serta ekonomi kerakyatan, memperluas pembiayaan dan memperdalam pasar keuangan, mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital, serta memperkokoh kerja sama investasi dan perdagangan internasional.
"Dengan sinergi itu, Insya Allah, kinerja ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 akan lebih baik," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta, Jumat.
Perry meyakini bahwa dengan sinergi yang semakin erat, pertumbuhan ekonomi dapat meningkat, konsumsi dan investasi bergerak lebih kuat, ekspor tetap positif meski ekonomi global melambat, dan inflasi tetap terkendali melalui konsistensi kebijakan moneter, fiskal, serta penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia juga menekankan bahwa Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap berada pada level fundamental. Stabilitas eksternal dinilai akan tetap kuat, dengan neraca pembayaran yang sehat, cadangan devisa memadai, dan pertumbuhan kredit yang terus meningkat.
Di saat yang sama, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, didukung pesatnya perkembangan ekonomi digital dan keuangan nasional.
Baca Juga: PT PLN Energi Primer Indonesia Raih Anugerah Bakti Nusantara 2025 Bidang Penggerak Ekonomi
"Ke depan, mari kita semakin perkuat sinergi, transformasi struktur ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan, berbasis pada sumber daya alam dan ekonomi kerakyatan, bersatu kita tangguh dan mandiri," ujar Perry.
Menurut dia, stabilitas merupakan elemen mendasar yang menentukan kemampuan suatu negara untuk tumbuh tinggi dan tetap kuat menghadapi tekanan.
"Stabilitas yang dinamis, harga-harga terkendali, rupiah stabil, ekonomi bergerak cepat, dan rakyat mendapat manfaat. Itulah Sumitronomics," kata Perry.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat dalam menjaga stabilitas.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian stimulus untuk menggerakkan permintaan, penerbitan Surat Berharga Negara (SBN), pembelian SBN oleh BI di pasar sekunder, serta pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).
Di samping itu, sinergi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga diperkuat guna memastikan stabilitas keuangan tetap terjaga dan mendukung implementasi Undang-Undang P2SK, termasuk peningkatan pembiayaan, konsolidasi perbankan, pendalaman pasar keuangan, literasi keuangan, serta perlindungan konsumen.
(Sumber : Antara)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan menyampaikan arah kebijakan BI dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 di Jakarta, Jumat 28 November 2025 ANTARA/Rizka Khaerunnisa (Antara)