Kementerian PU Mulai Pembangunan Sekolah Rakyat Rp2,66 T di 3 Provinsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Nov 2025, 18:02
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Suasana semangat belajar terasa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Suasana semangat belajar terasa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat di tiga provinsi yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat tersebut sebagai bagian dari pelaksanaan Visi dan Arah Cita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, yakni pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. 

Sekolah Rakyat merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan membuka akses belajar bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah (Desil 1 dan 2) tanpa memandang latar belakang.

Dody menegaskan pentingnya keberlanjutan dan kualitas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat demi mendukung pemenuhan akses pendidikan yang layak dan merata di seluruh Indonesia. 

“Pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan hanya sekedar pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya pemerintah untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” ucap Menteri Dody dalam keterangan tertulisnya, Selasa 18 November 2025.

Baca juga: Pemerintah Lanjutkan Bangun 104 Sekolah Rakyat Demi Perkuat SDM 2026

Baca juga: Program Sekolah Rakyat dari Prabowo Dirasakan Langsung, Siswa Ungkap Rasa Syukur

Terdapat empat kontrak paket pembangunan Sekolah Rakyat yang ditandatangani diantaranya paket pertama yaitu pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Tengah yang meliputi empat lokasi di Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya dengan nilai kontrak mencapai Rp985,9 miliar.

Paket kedua adalah pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Selatan yang mencakup tiga lokasi di Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru. Nilai kontraknya sebesar Rp700 miliar. 

Sedangkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan terbagi menjadi dua paket, dimana pertama mencakup lima lokasi di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Tanah Toraja dengan nilai kontrak Rp1,23 triliun. 

Sementara paket pembangunan di Sulawesi Selatan yang kedua mencakup empat lokasi di Kabupaten Bone, Kota Makassar, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Sinjai dengan nilai kontrak Rp974 miliar. 

HIGHLIGHT

x|close