Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan tingkat inflasi Indonesia sebesar 3,23 persen masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah. Sementara itu, peningkatan indeks manufaktur menjadi 54 pada Oktober 2026 menunjukkan pelaku usaha mulai bersiap menghadapi potensi kenaikan permintaan.
Suahasil menyampaikan perkembangan tersebut setelah melaporkan kondisi stabilitas ekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah menetapkan target inflasi sebesar 2,5 persen dengan toleransi satu persen ke atas maupun ke bawah. Dengan demikian, rentang inflasi yang menjadi sasaran berada pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Berdasarkan angka terbaru sebesar 3,23 persen, Suahasil menilai perkembangan inflasi masih sejalan dengan proyeksi yang telah diperhitungkan pemerintah dalam perencanaan ekonomi nasional.
"Itu yang kita sebut dengan on track," ujarnya.
Baca Juga: Soal Isu Gaji ASN lewat Kopdes Merah Putih, Menkeu Suahasil: Tetap seperti Sekarang
Selain perkembangan inflasi, Suahasil turut menyoroti kinerja sektor manufaktur yang menunjukkan penguatan. Hal itu tercermin dari Indeks Manajer Pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang meningkat dari 52 pada September menjadi 54 pada Oktober 2026.
Menurutnya, angka PMI yang berada di atas level 50 mengindikasikan aktivitas manufaktur mengalami ekspansi. Kondisi tersebut juga menunjukkan perusahaan mulai meningkatkan persediaan bahan baku untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan.
"Para pengusaha kita membayangkan bahwa akan ada peningkatan permintaan, karena itu pengusaha mulai siap-siap untuk meningkatkan produksi dengan membeli input lebih banyak," tutur Suahasil.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara (NTVnews)