Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi sekaligus Presiden Lajnah Tanfidziyah Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, menegaskan pentingnya penguatan sinergi antara Syarikat Islam, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) guna memperluas akses permodalan bagi para pengusaha Muslim di berbagai daerah.
“Program unggulan Baznas, termasuk pendirian Pusat Bimbingan Mualaf, akan diadopsi dan dilaksanakan oleh wilayah hingga cabang SI di seluruh Indonesia, demikian pula program MES agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujar Ferry di Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam sesi Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian agenda Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Surabaya. Sebagai tokoh yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Harian MES, ia memaparkan bahwa kolaborasi strategis ini difokuskan untuk menopang lima pilar utama ekonomi umat, yang mencakup pengembangan ekonomi syariah, penguatan koperasi, optimalisasi zakat dan wakaf, penerapan prinsip ekologi serta keberlanjutan, serta akselerasi kewirausahaan umat.
Ferry menilai bahwa fasilitas akses permodalan yang disediakan oleh pemerintah harus didorong agar distribusinya semakin merata. Dengan demikian, fasilitas tersebut tidak hanya dinikmati oleh kalangan korporasi besar, tetapi juga mampu menjangkau para wirausahawan baru di daerah melalui program pendampingan intensif serta peningkatan literasi keuangan syariah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Syarikat Islam berkomitmen memadukan gerakan dakwah ekonomi dengan strategi pengembangan usaha yang ramah lingkungan, sehingga pemberdayaan ekonomi umat dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli turut hadir dan mengajak seluruh jajaran Syarikat Islam untuk mengambil peran sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Ia mendorong penerapan dakwah ekonomi berbasis teknologi tepat guna guna mendongkrak produktivitas, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Dengan memberdayakan lebih dari satu juta anggota SI, kita dapat menghadirkan solusi nyata untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja baru,” kata Yassierli.
Ia juga menyampaikan rencana penguatan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Baznas, yang akan diintegrasikan melalui jaringan koperasi Syarikat Islam untuk membimbing para penerima bantuan agar bertransformasi menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Baca Juga: Perluas Akses Kesehatan, PNM Bersama BAZNAS Kembali Salurkan Ambulans PNM Peduli ke Berbagai Daerah
Sementara itu, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, memaparkan bahwa sistem ekonomi syariah memegang peranan vital sebagai instrumen alternatif dalam memperkuat kesejahteraan umat, yakni melalui tata kelola potensi dana sosial keagamaan serta pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
Sodik mencatat bahwa Baznas sejauh ini telah berhasil memberdayakan sebanyak 302.914 mustahik (penerima zakat), di mana sekitar 15.000 orang di antaranya telah sukses bertransformasi menjadi muzaki (pemberi manfaat). Ke depan, Baznas berencana memperluas cakupan program pemberdayaannya ke berbagai sektor esensial, mulai dari jaminan sosial, layanan kesehatan, penyediaan perumahan, pengembangan usaha mikro, akses air bersih, pelestarian lingkungan, hingga dukungan bagi pesantren dan madrasah.
(Sumber: Antara)
Menkop Ferry Juliantono dalam Dialog Kebangsaan yang dilaksanakan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 di Surabaya, Jatim, Selasa (20/10/2026). (Antara)