Gandeng Ormas Islam, Menkop Dorong Penguatan Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 11:00
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang juga Sekretaris Jenderal SI dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 SI di Surabaya, Minggu (18/10/2026). ( Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang juga Sekretaris Jenderal SI dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 SI di Surabaya, Minggu (18/10/2026). ( (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak dua organisasi kemasyarakatan Islam besar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Syarikat Islam (SI), untuk memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi guna memperluas akses pasar serta mendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Ferry, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal SI, dalam acara Dialog Kebangsaan yang menjadi bagian dari rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya pada hari Minggu (18/10).

Ferry menilai bahwa sinergi strategis antara organisasi Islam dan pemerintah merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat sistem ekonomi kerakyatan, sekaligus memastikan arah perekonomian nasional berjalan selaras dengan amanat konstitusi.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh organisasi Islam serta para pelaku usaha untuk memperluas jaringan distribusi produk hingga menjangkau pelosok desa dan kelurahan.
 

Lebih lanjut, Ferry mendorong Muhammadiyah dan para pelaku usaha di bawah naungan Syarikat Islam untuk membangun pusat distribusi atau hub bersama. Fasilitas tersebut nantinya dapat berfungsi sebagai pemasok utama bagi gerai-gerai koperasi, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memproduksi berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun.

“Kami butuh hub atau offtaker yang ukurannya lebih besar,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, kapasitas produksi para pelaku usaha lokal dapat dipertemukan secara langsung dengan jaringan distribusi koperasi. Dengan demikian, produk-produk lokal memiliki jalur pemasaran yang lebih terstruktur dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sistem perdagangan konvensional.

Ferry juga mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi telah menindaklanjuti kolaborasi ini dengan menandatangani nota kesepahaman bersama Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendirikan koperasi masjid. Proyek percontohan (pilot project) dari program ini direncanakan akan mencakup 700 titik dari total hampir 12.000 masjid yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Inisiatif serupa sebelumnya juga telah dijalankan bersama Dewan Masjid Indonesia, dan kini diharapkan dapat melibatkan Syarikat Islam guna memperluas jangkauan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas keagamaan.
 

Ia mengingatkan kembali bahwa gerakan koperasi memiliki akar historis yang kuat dalam perjalanan perjuangan Syarikat Islam. Salah satu tonggak sejarahnya dicatatkan melalui pendirian Koperasi Setia Usaha oleh H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada tahun 1913. Oleh karena itu, penguatan sektor koperasi saat ini sekaligus dimaknai sebagai upaya untuk menghidupkan kembali tradisi kemandirian ekonomi umat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa penguatan kerja sama antarorganisasi Islam memerlukan landasan semangat persaudaraan yang kuat serta kesiapan untuk membangun aksi nyata, terutama dalam bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan ekonomi.

Haedar berharap sinergi lintas organisasi ini mampu mendorong umat Islam agar tidak hanya memiliki keunggulan dari segi kuantitas semata, melainkan juga tumbuh menjadi umat yang berkualitas, tangguh, dan mandiri secara ekonomi melalui penguatan jiwa kewirausahaan serta pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close