Bank Mandiri Catat Kredit Komersial Rp343 Triliun hingga Semester I 2026, NPL Terjaga Rendah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 21:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo memaparkan materi konferensi pers paparan kinerja kuartal II 2026 secara daring di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Tangkapan layar Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo memaparkan materi konferensi pers paparan kinerja kuartal II 2026 secara daring di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat penyaluran kredit komersial hingga semester I 2026 mencapai Rp343 triliun. Realisasi tersebut meningkat 15 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) segmen komersial berada di angka 0,63 persen.

Direktur Commercial Banking Bank Mandiri Totok Priyambodo menyampaikan bahwa kredit komersial perseroan terus menunjukkan pertumbuhan kuat. Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan kredit komersial Bank Mandiri berada di kisaran 18 persen per tahun.

“Segmen komersial di Bank Mandiri merupakan mitra perusahaan lokal di berbagai daerah yang masih dalam fase ekspansi yang kuat untuk dapat menjadi pemain nasional. Sebagian besar dari kelompok usaha ini merupakan perwujudan penguatan daya saing di suatu daerah,” kata Totok dalam paparan kinerja perseroan secara daring di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Hingga saat ini, Bank Mandiri telah menjadi mitra bagi sekitar 55 ribu usaha komersial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca JugaKredit Bank Mandiri Tumbuh 20,6 Persen, Tembus Rp1.580 Triliun per Mei 2026

Pertumbuhan kredit komersial tersebut tercatat merata di sejumlah wilayah. Kredit komersial di Jakarta dan Banten tumbuh 19,1 persen, Kalimantan meningkat 15,3 persen, Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tumbuh 11,7 persen, sedangkan Sumatera dan wilayah lainnya naik 6,78 persen.

“Sebaran ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di pusat-pusat bisnis, tetapi juga semakin merata ke berbagai daerah dengan potensi ekonomi yang besar,” ujar Totok.

Bank Mandiri juga memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor strategis yang menjadi penggerak ekonomi nasional. Sektor tersebut mencakup perkebunan sawit dan CPO, transportasi, energi, industri batu bara, serta jasa keuangan.

“Fokus tersebut memastikan pembiayaan Bank Mandiri mampu menciptakan multiplier effect yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Totok.

Baca JugaKinerja Mei 2026 Solid, Strategi Bisnis Berkelanjutan Perkuat Pertumbuhan Bank Mandiri

Sementara itu, penyaluran kredit usaha mikro Bank Mandiri dalam ekosistem UMKM kerakyatan tumbuh 15,7 persen yoy menjadi Rp31,3 triliun.

Totok mengatakan pertumbuhan kredit UMKM Bank Mandiri tersebar secara luas dan terus menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terluar Indonesia.

“Seluruh pertumbuhan UMKM Bank Mandiri berada pada level positif dan tidak terkonsentrasi pada suatu daerah tertentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat pertumbuhan kredit UMKM, mikro, dan individu di sejumlah wilayah mengalami tekanan, Bank Mandiri tetap menjaga penyaluran pembiayaan yang berkualitas kepada sektor UMKM.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Karena itu, perseroan akan terus mendampingi pelaku usaha melalui pembiayaan, pendampingan bisnis, serta penguatan akses terhadap ekosistem usaha.

Bank Mandiri juga berkomitmen memperkuat sinergi antara UMKM, ekonomi kreatif, dan ekosistem digital melalui berbagai inovasi layanan.

“Hal ini kami wujudkan melalui berbagai inovasi digital Bank Mandiri, yaitu Kopra dan Livin', yang secara keseluruhan kami hadirkan agar bisnis dan UMKM dapat tumbuh berkelanjutan dan semakin kokoh menopang pembangunan ekonomi nasional,” kata Totok.

Hingga semester I 2026, Bank Mandiri terus mengoptimalkan imbal hasil kredit, khususnya pada segmen ritel dan UMKM. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan yang lebih terjangkau dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan bisnis perseroan.

Totok menyebut optimalisasi tersebut tercermin dari margin bunga bersih yang tetap terjaga. Transformasi yang dijalankan secara konsisten juga membantu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

“Kombinasi antara pertumbuhan bisnis yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, dan disiplin pengelolaan biaya menghasilkan profitabilitas yang tetap solid sekaligus memperkuat kapasitas Bank Mandiri untuk terus memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor produktif,” ujar Totok.

Per akhir Juni 2026, total kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen yoy.

Perseroan berhasil menjaga kualitas aset dengan rasio NPL gross sebesar 0,98 persen. Pada periode yang sama, tingkat profitabilitas tetap kuat dengan return on equity (ROE) sebesar 24,3 persen dan return on assets (ROA) sebesar 3,10 persen.

(Sumber: Antara)

x|close