Luhut Yakin Ekonomi RI Tetap Melaju di Tengah Kenaikan Angka Kemiskinan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jun 2026, 16:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan memberikan tanggapan dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DEN, Jakarta, Rabu 17 Juni 2026 Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan memberikan tanggapan dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DEN, Jakarta, Rabu 17 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia masih memiliki peluang untuk terus tumbuh meskipun angka kemiskinan menunjukkan peningkatan. Menurutnya, sejumlah langkah strategis dapat dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Saat ditemui wartawan di Jakarta pada Rabu, 24 Januari 2026, Luhut menjelaskan bahwa kenaikan tingkat kemiskinan kemungkinan dipicu oleh meningkatnya harga berbagai kebutuhan. Kendati demikian, ia menilai kondisi tersebut belum tentu menghambat laju pertumbuhan ekonomi apabila pemerintah dan berbagai pihak mampu menjalankan kebijakan yang tepat.

“Kita harus perhatikan efisiensi. Efisiensi juga target semua yang kami kerjakan,” kata Luhut.

Selain mendorong efisiensi, Luhut menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi yang dimiliki Indonesia sebagai salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menilai seluruh pemangku kepentingan perlu bersinergi agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan untuk mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Di China, Purbaya Pamer Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen Lampaui G20 dan ASEAN

“Kita harus betul-betul menyadari semua bahwa bonus demografi itu akan habis 10 tahun dari sekarang. Jadi, kalau kita tidak bekerja dengan baik, maka 2045 nanti itu sulit. Tapi, kalau kita semua kompak, itu saya kira tidak ada masalah,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Luhut menyoroti pengembangan transformasi digital pemerintahan atau GovTech yang tengah dilakukan Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut berpotensi memperkuat perekonomian nasional, termasuk melalui upaya pencegahan dan pengurangan praktik korupsi.

“Apalagi dengan GovTech ini akan pasti mengurangi korupsi. Dan teknologi ini semua dibuat oleh anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung adanya fenomena yang disebutnya sebagai anomali ekonomi. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Baca Juga: Luhut dan OJK Bahas Reformasi Pasar Modal hingga Penguatan Stabilitas Keuangan

Menurut Prabowo, situasi tersebut mengindikasikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi masih lebih banyak dirasakan oleh kelompok tertentu. Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan berbagai perbaikan kebijakan agar hasil pembangunan ekonomi dapat dinikmati secara lebih merata dan berkeadilan oleh seluruh lapisan masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close