Luhut dan OJK Bahas Reformasi Pasar Modal hingga Penguatan Stabilitas Keuangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 22:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (18/5/2026). (ANTARA/HO-Dewan Ekonomi Nasional (DEN)) Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menggelar pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (18/5/2026). (ANTARA/HO-Dewan Ekonomi Nasional (DEN)) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan membahas penguatan reformasi pasar modal dan mitigasi kerentanan sektor keuangan bersama jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026, Luhut menyebut kebijakan reformasi yang telah diumumkan OJK sejauh ini sudah berada pada jalur yang tepat.

Namun demikian, pemerintah masih melihat adanya tantangan berupa keraguan dari pelaku pasar, khususnya investor institusi asing, terhadap konsistensi serta kecepatan implementasi reformasi di lapangan.

“Ini adalah momentum yang tidak boleh dilewatkan untuk melakukan reformasi pasar modal secara komprehensif dan kredibel. DEN akan mendukung penuh OJK dalam mengawal proses ini,” kata Luhut.

Ia menilai apabila pelaksanaan reformasi dapat dijaga secara konsisten, arus modal asing berpotensi kembali masuk dan memperkuat fundamental nilai tukar rupiah.

Terkait kondisi perbankan nasional, Luhut menyampaikan pemerintah masih melihat situasi makroekonomi dalam kondisi relatif stabil.

Baca Juga: Luhut: Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Stabil Tiga Bulan ke Depan

Meski demikian, DEN mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara dukungan pembiayaan terhadap program prioritas pemerintah dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta manajemen risiko yang ketat.

Selain itu, OJK juga didorong terus menghadirkan inovasi kebijakan, terutama dalam aspek pendalaman sektor keuangan atau financial deepening guna menjaga kesehatan ekosistem industri keuangan dan memperkuat pembiayaan ekonomi nasional.

Pemerintah turut menyoroti perlunya mitigasi risiko yang lebih tegas di sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR). DEN mencatat adanya tren peningkatan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang cukup signifikan.

Baca Juga: Cek Fakta: Purbaya Tantang Luhut soal Transparansi MBG

Meski mengapresiasi langkah strategis yang telah dilakukan OJK, DEN menilai restrukturisasi dan penguatan kelembagaan BPR perlu dilakukan secara lebih menyeluruh sebagai langkah antisipasi.

Luhut menambahkan DEN dan OJK sepakat memperkuat mekanisme koordinasi untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah, kondisi pasar keuangan, serta persepsi investor secara berkala.

“Di tengah tekanan global dan domestik yang masih tinggi, koordinasi adalah kunci. Pertemuan reguler antara DEN dan OJK akan kita rutinkan sebagai forum untuk saling bertukar pandangan dan merumuskan kebijakan yang responsif demi menjaga stabilitas sistem keuangan negara,” tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close