OJK Sebut Perubahan Indeks MSCI Terjadi di Banyak Negara Asia, Bukan Hanya Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mei 2026, 18:08
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip - Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026. ANTARA/Putu Indah Savitri. Arsip - Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Kamis 7 Mei 2026. ANTARA/Putu Indah Savitri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi mengatakan perubahan komposisi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak hanya dialami saham-saham asal Indonesia, namun juga terjadi di berbagai negara Asia lainnya.

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan adanya dinamika global dalam pengelolaan portofolio investasi dan bukan semata-mata persoalan yang hanya terjadi di pasar Indonesia.

Dalam MSCI Global Standard Index, Jepang tercatat mengalami keluarnya 14 emiten dari indeks, Taiwan tujuh emiten, Malaysia enam emiten, serta Korea Selatan tiga emiten.

Sementara itu, China memang memperoleh tambahan 22 emiten baru, tetapi di saat yang sama juga kehilangan 24 emiten dari daftar indeks tersebut.

Baca Juga: OJK Nilai Banyak Saham RI Masih Berpeluang Masuk Indeks MSCI

“Jadi ini mencerminkan adanya penyesuaian global portofolio allocation dan dinamika pasar yang cukup luas di kawasan, bukan semata isu spesifik Indonesia,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Kiki menjelaskan, perubahan dalam komposisi indeks MSCI merupakan bagian dari proses evaluasi rutin yang dilakukan berdasarkan sejumlah indikator objektif.

Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan antara lain kapitalisasi pasar (market capitalization), jumlah saham beredar di publik (free float), tingkat likuiditas perdagangan, hingga pergerakan harga saham.

Fenomena tersebut, lanjut dia, tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga terjadi hampir di seluruh pasar kawasan Asia Pasifik pada periode peninjauan kali ini.

Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan memandang kondisi tersebut sebagai momentum penting untuk terus memperkuat kualitas dan kedalaman pasar modal nasional.

"OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong penguatan market integrity, peningkatan free float, dan likuiditas, perluasan basis investor, serta penguatan governance emiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan," tuturnya.

Lebih lanjut, Kiki memastikan fundamental sektor jasa keuangan Indonesia hingga kini masih berada dalam kondisi yang resilien dan stabil.

Menurut dia, volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak akan mengubah komitmen OJK dalam membangun pasar modal yang sehat, transparan, dan kredibel bagi investor domestik maupun internasional.

“Ke depan, kami juga terus memperkuat koordinasi dengan BEI, SRO, dan seluruh pelaku pasar guna memastikan pasar modal Indonesia semakin attractive, liquid, dan investable dalam jangka panjang,” tambahnya.

Sementara itu, lembaga penyedia indeks global MSCI dalam hasil MSCI May 2026 Index Review resmi mengumumkan enam saham Indonesia keluar dari MSCI Global Standard Index.

Baca Juga: OJK Pastikan Indonesia Tetap Masuk Kategori Emerging Market MSCI

Keenam saham tersebut yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Pada MSCI Global Small Cap Index, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) justru masuk ke dalam kategori small cap.

Di sisi lain, MSCI juga menghapus sejumlah saham lain dari indeks tersebut, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), hingga PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

(Sumber: Antara)

x|close