Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut perubahan cakupan pengumpulan data menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi penurunan indeks literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2026.
Amalia menjelaskan, survei yang dilakukan pada tahun ini memiliki cakupan lebih luas karena data dikumpulkan hingga tingkat provinsi. Kondisi tersebut berbeda dengan survei tahun sebelumnya yang hanya menggunakan cakupan nasional.
”Mungkin kita lihat coverage-nya (data), karena mungkin waktu itu kan levelnya masih nasional. Sekarang kan kita sudah lebih komprehensif sampai tingkat provinsi. Cakupan daerahnya kelihatannya ya,” kata Amalia di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah tercatat 43,07 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar 43,42 persen.
Baca juga: BPS Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Daging Ayam Ras
Hal serupa terjadi pada indeks inklusi keuangan syariah. Pada 2026, angkanya berada di level 13,24 persen, lebih rendah dibandingkan 13,41 persen yang tercatat pada tahun sebelumnya.
Meski terdapat penurunan, Amalia mengatakan perlu dilakukan kajian lebih mendalam untuk memastikan faktor yang menyebabkan perubahan pada kedua indeks tersebut.
“Nanti perlu kita bedah supaya apple to apple gitu ya,” ujarnya.
Di sisi lain, hasil SNLIK 2026 menunjukkan perkembangan positif pada indikator keuangan secara keseluruhan. Indeks literasi keuangan masyarakat tercatat mencapai 69,57 persen atau meningkat 2,93 poin persentase dari 66,64 persen pada 2025.
Baca Juga: Kabar Baik dari BPS: Penurunan IPH Terjadi di 21 Provinsi pada Awal Agustus 2026
Sementara itu, indeks inklusi keuangan masyarakat pada 2026 mencapai 93,61 persen. Angka tersebut naik 0,87 poin persentase dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 92,74 persen.
(Sumber: Antara)
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 yang menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026 (Antara)